Tuesday, 27 June, 2017 - 22:03

Hari Kesebelas, Pendaftar Jabatan Sekdaprov Masih Nihil

Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Memasuki hari kesebelas, Kamis, 18 Mei 2017, seleksi pengisian jabatan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng masih sepi pendaftar. Belum ada satupun pendaftar menyetor dokumennya di Sekretariat pendaftaran Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulteng, Jalan Sam Ratulangi Palu.
 
“Sampai hari ini belum ada pendaftar, karena tidak gampang mengumpulkan dokumen yang harus dilampirkan calon pendaftar. Apalagi para pejabat yang memenuhi persyaratan sibuk dengan agenda masing-masing,” kata Kepala Bidang Pengembangan dan Disiplin BKD Sulteng, Asri melalui ponselnya.

Kata dia, besar kemungkinan PNS yang memenuhi persyaratan menduduki jabatan Sekdaprov tengah mempersiapkan segala dokumen yang diperlukan.

“Mungkin mereka sedang mengumpulkan semua persyaratan yang dibutuhkan seperti rekomendasi gubernur, laporan harta kekayaan dari KPK dan pernyataan tidak sedang menjalani hukuman. Jadi memang tidak gampang,” ujar Asri.

Asri mengungkapkan jika belum ada pendaftar hingga batas akhir yang telah ditentukan, yakni 22 Mei 2017, maka kemungkinan akan melalui mekanisme selanjutnya.

“Apakah itu diperpanjang ataupun sesuai makanisme dari panitia? Yang jelas, hingga saat ini belum ada satupun pejabat yang mengumpulkan berkas dokumennya untuk mendaftar sebagai calon Sekdaprov,” katanya.
 
Sebelumnya, saat ditanya kemungkinan sosialisasi/pengumuman pendaftaran yang belum maksimal, Asri tidak menjawabnya. Karena menurutnya, informasi pembukaan seleksi jabatan Sekdaprov telah disampaikan melalui beberapa media, salah satunya lewat website resmi BKD Sulteng.

“Pengumumannya sudah maksimal karena langsung dikirim juga ke masing-masing SKPD,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Sekdaprov Sulteng Prof Zainal Abidin, mengatakan peserta yang mendaftar tidak dibatasi, dengan artian siapa saja bisa mendaftar selama memenuhi syarat berdasarkan aturan terkait jabatan eselon satu.

“Berapa calon yang akan diserahkan kepada Gubernur Sulteng, saya belum bisa memberitahukan, nantilah dilihat pekembangannya. Panitia akan rapat dulu kemudian baru bisa diputuskan berapa calon yang akan ditentukan,” ujar Prof Zainal melalui ponselnya, Rabu, 10 Mei 2017.

Adapun persyaratan bagi PNS yang berminat mengikuti seleksi kata Prof Zainal diantaranya, pertama memahami kondisi sosial kultural masyarakat Sulteng. Kedua sekurang-kurangnya memiliki pangkat pembina utama golongan IVc minimal dua tahun. Ketiga kualifikasi pendidikan minimal Stratas Satu (S1).

“Keempat telah mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan minimal Diklat tingkat II. Kemudian sudah pernah menduduki jabatan eselon II, serta memiliki pengelaman jabatan dalam bidang yang terkait dengan jabatan yang didudukinya secara kumulatif, paling singkat tujuh tahun,” katanya.

Selain itu, syarat lain dijelaskan Prof Zainal sehat jasmani dan rohani atau bebas dari narkoba. Kemudian berusia setinggi-tingginya 57 tahun enam bulan pada saat pendaftaran, dan masih banyak syarat yang harus dipenuhi.

“Untuk tahapan seleksi ada wawancara, penulisan makalah, tes tertulis, psikotes, kemampuan menggunakan Informasi Teknologi (IT), serta melakukan pendekatan-pendekatan yang lainnya. Karena nantinya akan memimpin Sulteng dan harus mengerti persoalan di Sulteng dan lain sebagainya,” pungkasnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.