Saturday, 18 August, 2018 - 03:10

Harkitnas, Walikota Launching Buku

LAUNCHING BUKU - Rusdi Mastura didampingi dua penulis, Muhammad Ikbal (Kanan) dan Rahmad M Arsyad.  (Foto : Metrosulawesi/Tahmil Burhanuddin Hasan)

Palu, Metrosulawesi.com - Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Rabu (20/5), Walikota Palu Rusdy Mastura melaunching bukunya, Merayakan 70 Tahun Kemerdekaan- Hadiah Untuk Republik  yang berisi tentang pikiran, kebijakan dan gagasan politik ekonomi jalan ketiga.

STORY HIGHLIGHTS
  • Walikota Palu, Rusdy Mastura melaunching bukunya, Merayakan 70 Tahun Kemerdekaan- Hadiah Untuk Republik yang berisi tentang pikiran, kebijakan dan gagasan politik ekonomi jalan ketiga.
  • Bung Cudi (panggilan akrab Rusdi Mastura) mengaku melahirkan gagasan gasan besar yang kadang sulit diterjemahkan oleh orang-orang disekitarnya.
  • Penggalan buku ini juga menuliskan tentang jalan ketiga yang ditawarkan oleh Cudi.
  • Cudi meyakini politik ekonomi kita mesti disusun berdasarkan pencampuran tiga hal, yakni kapitalisme yang mawas diri, sosialisme yang mengembangkan diri dan Islam sebagai spirit individu zaman.
  • Dalam acara launching tersebut, sejumlah testimoni pujian dan kritikan mengalir dari sejumlah akademisi, birokrasi, penulis dan jurnalis yang hadir.



Buku yang disusun oleh Rahmad M Arsyad ini, berisi gagasan-gagasan besar terkait pembangunan. Launching buku ini juga dihadiri sejumlah akademisi, penulis, pelajar, tokoh birokrasi dan awak media, di Bangi Kopi Tiam, Jalan Cumi-cumi, Palu.

Bung Cudi (panggilan akrab Rusdi Mastura) mengaku melahirkan gagasan gasan besar yang kadang sulit diterjemahkan oleh orang-orang disekitarnya. Menurutnya,  itu tercipta ketika setiap kali dia berbaring hendak tidur di malam hari.

“Saya itu suka berkhayal, karena bintang (zodiak) saya Aquarius. Setiap mau tidur saya suka menghayal, dari khayalan saya inilah saya kadang memikirkan sesuatu gagasan yang saya sendiri kadang tidak mengerti, tapi di hadapan orang-orang saya sampaikan saja dan diterima,” ungkap dia disambut tepuk tangan.

Rahmad M Arsyad, penyusun dan penyunting buku,  dalam kata pengantarnya mengatakan, “Senang rasanya bisa bertemu, belajar dan bertukar fikiran dengan seorang Rusdy Mastura. Sosok Walikota yang penuh ide, semangat dan gagasan di kepalanya, kehidupannya adalah gagasan itu sendiri,” tulis Rahmad dalam kata pengantar buku tersebut.

Dia menambahkan, sebagian ide tersebut sudah terwujud, namun sebagian lainnya sudah terlupa seiring dengan berjalannya waktu.

“Itulah kehidupan, tidak semua impian kita dapat berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” pesannya kepada saya waktu itu.

Dalam isi buku tersebut, Cudy ingin menggambarkan soal negeri ini yang telah memasuki usia 70 tahun. Bagi Cudi, usia 70 tahun Indonesia adalah usia ketika negara sedang dan akan memasuki momentum penting kesejarahan. Dia mencontohkan ketika Sriwijaya mencapai masa keemasannya di masa abad ke-7.

Penggalan buku ini juga menuliskan tentang jalan ketiga yang ditawarkan oleh Cudi. Dia percaya bahwa politik ekonomi kita mesti disusun berdasarkan pencampuran tiga hal, yakni kapitalisme yang mawas diri, sosialisme yang mengembangkan diri dan Islam sebagai spirit individu zaman.

Dalam kepercayaan Cudi, ketiga hal ini sebenarnya adalah bangunan kokoh keIndonesiaan yang telah ada dalam spirit ideologi negara, yakni Pancasila dan UUD 45.

Sejumlah Tokoh Berikan Testimoni Pujian dan Kritikan

Dalam acara launching tersebut, sejumlah testimoni pujian dan kritikan mengalir dari sejumlah akademisi, birokrasi, penulis dan jurnalis yang hadir.

“Beliau ini adalah bapak sekaligus guru saya, saya banyak belajar dari beliau. Walaupun saya adalah orang yang paling banyak membantah kepada beliau, tapi saya juga banyak belajar dari pak Walikota kita ini,” ungkap birokrasi muda yang juga pernah menjabat sebagai Plt Bupati Banggai Laut, Hidayat Lamakarate.

Selain itu,  Nur Sangaji seorang akademisi yang diberi kesempatan memberikan testimoni menuturkan pujiannya terhadap Cudi, “Sangat  jarang ada pemimpin seperti pak Cudi yang memiliki gagasan besar seperti beliau, dan gagasan itu kini telah dituangkan dalam sebuah tulisan.” ungkapnya.

 

Editor : M Yusuf Bj