Monday, 23 April, 2018 - 12:58

Hatija: UNBK Lebih Efesien dan Efektif

PEMANTAUAN - Kabid Pembinaan SMK, Hatija Yahya saat memantau pelaksanaan simulasi terakhir UNBK bersama Kepala SMKN 3 Palu Triyono, di ruangan laboratorium SMKN 3 Palu, Selasa, 6 Maret 2018. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Hatija Yahya mengungkapkan pantauan yang dilakukan pihaknya mulai awal hingga akhir, pelaksanaan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sulteng berjalan lancar.

“Seluruh SMK menyelenggarakan UNBK tahun ini. Hingga saat ini, saya belum menerima informasi dari sekolah terkait kesulitan dalam mengakses,” ujar Hatija di ruang kerjanya, Selasa, 6 Maret 2018.

Untuk SMK, kata Hatija, siswa yang terdaftar mengikuti Ujian Nasional (UN) sebanyak 13.298 orang dari 172 SMK.

“Total jumlah SMK negeri dan swasta di Sulteng adalah 203 sekolah. Namun, dari jumlah tersebut, baru 172 SMK yang penyelenggaraannya sudah sampai pada kelas XII. Dari jumlah tersebutseluruhnya akan melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK),” katanya.

Sementara, menurut Hatija, UNBK lebih efesiensi dan efektifitas dibanding Ujian Nasional Berbasis Kertas Dan Pensil (UNKP).

“Karena harus ada pengadaan soal, oprasionalnya, pengiriman, pencetakan dan pengamanan, di UNBK semua itu tidak diperlukan lagi,” jelasnya.

“Maka dari itulah, saya menyatakan, bahwa UNBK lebih efesien. Selain itu soal di UNBK tidak perlu pengamanan, karena soal ujiannya melalui sistem, dan tidak bisa dibuka oleh siapapun,” ujarnya.

Selain itu, untuk efektifitas, kata Hatija, lebih nyaman UNBK dari pada UNKP, karena para siswa lebih cepat mengerjakan soal UNBK dibanding UNKP, selain itu tulisanya bisa diperbesar.
 
“Listening (Mendengar) khusus mata pelajaran Bahasa Inggris tidak harus mendengarkan pengeras suara, jika di UNBK langsung mengunakan handset, lebih jelas di dengar,” katanya.

Kemudian, kata Hatija, para siswa lebih fokus, karena dirinya menyadari, satu detik saja kehilangan konsentrasi di monitor, siswa bersangkutan akan kehilangan waktu.

“Sehingga para siswa perlu melakukan persiapan, olehnya itu, simulasi sangat penting dilakukan dalam hal memberikan persiapan kepada siswa terkait dengan hal-hal tersebut,” katanya.

“Maka dari itu, kami sangat berharap, pengawas pada saat turun memantau, jangan masuk ke ruangan, karena menghilangkan konsentrasi peserta didik, siswa itu akan kehilangan waktu. Apalagi berkomunikasi. Maka saya sarankan kepada panitia pada rapat nanti, agar diminta Tim Pemantau, Gubernur sekalipun, jangan masuk diruangan, karena menghilangkan konsentrasi dan waktu siswa,” katanya.

Hatija mengimbau kepada siswa agar mempersiapkan diri dan menjaga mental dan kesehatan, karena tinggal sebulan UNBK dilaksanakan, 2-5 April 2018.


Editor: M Yusuf Bj