Tuesday, 17 January, 2017 - 05:59

Hidayat: Bisa Saja, Saya Tidak Pilih Tiga Nama Calon Sekdakot yang Beredar

ILUSTRASI - Wali Kota Palu, Hidayat belum memutuskan untuk memilih satu dari tiga nama hasil rekomendasi tim seleksi yang akan mengisi jabatan Sekretaris Daerah Kota Palu. (Grafis : Ozy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Wali Kota Palu Hidayat mengatakan dirinya telah menerima tiga nama yang akan mengisi jabatan Sekretaris Daerah Kota Palu (Sedakot). Tiga nama tersebut merupakan hasil rekomendasi tim seleksi.

“Saya telah menerima tiga nama calon Sekdakot. Kemungkinan saya akan memilih salah satu dari tiga nama tersebut. Cuma saya belum bisa menentukan, siapa yang akan saya pilih. Bahasa kemarin yang mungkin saya tidak memilih dari tiga nama tersebut, bisa saja,” kata Hidayat usai menguji pejabat eselon III dan IV di Kantor Wali Kota Palu, Selasa, 27 Desember 2016.

“Karena saya bukan sekadar mencari orang pintar, tapi saya ingin pejabat yang pintar mencari orang pintar. Saya butuh pejabat yang memiliki niat baik bangun Kota Palu,” katanya.

Menurutnya, hal itu dilakukan demi kemajuan Kota Palu kedepan.

“Melalui kinerja pejabat itu, Kota Palu ini bisa indah, nyaman, tertib dan aman. Mungkin pejabat tersebut bisa mencari orang pintar di perguruan tinggi untuk merancang hal itu,” katanya.

Kata dia, untuk menjabat Sekdakot, dibutuhkan seleksi yang matang.

“Bisa saja saya tidak memilih tiga nama yang direkomendasikan oleh Timsel itu. Ini tidak menyalahi mekanisme, kan seleksi bisa diulang kalau saya tidak memilih dari tiga nama itu. Tapi mudah-mudahan jangan,” tegasnya.

Ada tiga nama yang beredar cukup kuat di lingkup pejabat Pemerintahan Kota Palu, yaitu Ansyar Sutiadi, Sudaryano Lamangkona, dan Dharma Gunawan. Diketahui, Ansyar Sutiadi saat ini menjabat Plt Kadis Kesehatan, Sudaryano Lamangkona yang akrab disapa Ano menjabat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Palu, dan Dharma Gunawan yang saat ini menjabat Plt Sekkot Palu.

152 Pejabat Eselon Dihilangkan

Sementara itu, kurang lebih 800 orang pejabat eselon III dan IV lingkup Pemerintahan Kota Palu mengikuti seleksi pantuhir yang digelar seminggu 23-29 Desember 2016. Seleksi tersebut dipimpin langsung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu didampingi Asisten 1, 2 dan 3.

“Berdasarkan PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah, ada 152 pejabat eselon III dan eselon IV akan dihilangkan. Jadi sebanyak 152 orang itu tidak akan mendapatkan jabatan di lingkup pemerintahan Kota Palu,” kata Wali Kota Palu Hidayat usai menguji para pejabat eselon III dan IV, Selasa, 27 Desember 2016.

Kata dia, pantuhir tersebut dilakukan untuk melihat kinerja atau performance pejabat bersangkutan.

“Pantuhir ini dilaksanakan agar saya bisa melihat performance dari pejabat bersangkutan. Karena saya tidak tahu, sepak terjang para pejabat tersebut. Maka kami coba untuk melaksanakan pantuhir ini,” ungkap Wali Kota.

Menurutnya, pantuhir itu juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja pejabat bersangkutan selama ia menjabat.

“Kami juga tanya soal tugas dan apa saja yang para pejabat tersebut lakukan selama menjabat. Tentunya itu, kami juga memperhatikan umurnya, kesehatannya juga kami lihat. Jangan itu semua, menghalangi kinerjanya nanti,” katanya.

Hidayat mengimbau agar masyarakat atau pejabat bersangkutan salah menilai apa yang dilakukan pihaknya.

“Jadi jangan salah persepsi atau menilai apa yang saya lakukan ini. Hal ini saya lakukan untuk benar-benar mencari pejabat yang baik kinerjanya, fisiknya prima, dan performance-nya baik,” katanya.

“Jadi 152 pejabat eselon III dan IV akan dihilangkan. Dan apa yang saya lakukan ini, merupakan aturan yang harus dilaksanakan, tidak bisa dilanggar,” katanya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan