Saturday, 22 September, 2018 - 10:11

Hingga Juli, BPJS-TK Bayar Klaim Rp29 M

LAYANI PESERTA - BPJS Ketenagakerjaan memberikan layanan spesial kepada peserta dalam rangka Hari Pelanggan Nasional (HPN), Kamis 6 September 2018. (Foto: Tahmil Burhanuddin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Cabang Palu memanjakan para peserta yang mengunjungi kantor BPJS-TK dengan memberikan pelayanan ekstra serta souvenir. Kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2018. Hingga Juli, BPJS TK sudah membayar klaim sebesar Rp29 miliar.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Palu Muhyiddin menerangkan, pihaknya ikut memperingati HPN dengan memberikan layanan khusus kepada peserta BPJS-TK. Di mana pihaknya menyediakan layanan gunting rambut gratis, makanan dan minuman gratis serta souvenir bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan di kantornya. Kegiatan itu berlangsung sejak 4 September hingga 6 September 2018 kemarin.

“Dari pusat kita diarahkan supaya bikin pelayanan berbeda dri hari-hari biasanya. Tapi untuk sovenir semua seragam berupa celengan,” ujar Indhy, sapaan akrab Kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan, Kamis 6 September 2018.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Bidang Pelayanan BPJS-TK Arfiani. Menurutnya, setiap kantor layanan BPJS-TK harus memberikan layanan yang spesial dalam rangka memperingati HPN.

Selain itu, pihaknya juga mengunjungi sejumlah rumah sakit sebagai mitra kerja BPJS-TK. Pihaknya juga mengunjungi para pasien yang merupakan peserta BPJS-TK.

“Kami kunjungi klinik juga yang ada pasien yang tengah menjalani rehabilitasi medik,” kata Afriani.

Salah satunya pasien kecelakaan kerja di PT IMIP. Pasien tersebut terpaksa harus kehilangan empat jari tangannya karena kecelakaan kerja. Pasien tersebut tengah menjalani rehabilitasi di klinik Manggala.
Pihak BPJS-TK akan terus melakukan pendampingan hingga pasien tersebut benar-benar dinyatakan sembuh. Bahkan BPJS-TK akan terus mendampingi pasien hingga kembali bekerja di perusahaan tempat ia bekerja.

Sementara itu, menurut Muhyiddin hingga saat ini upaya meningkatkan kepesertaan BPJS-TK masih terkendala kurangnya sosialisasi. Bahkan banyak peserta yang belum paham betul manfaat dan kewajiban sebagai peserta BPJS-TK.

Ia berharap ada dukungan pemerintah dalam upaya meningkatkan kepesertaan pekerja. Karena menurutnya, saat ini pemerintah nampak belum mendukung sepenuhnya sosialisasi BPJS-TK di Sulawesi Tengah.

“Kendalanya ya tidak tersosialisasi, itu berefek kemana-mana. Seperti Pemda, mereka juga belum optimal mendukung,” katanya.

Bahkan, banyak tenaga kerja honorer atau non ASN di pemerintahan yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS-TK. Padahal, seharusnya para honorer tersebut didaftarkan sebagai peserta agar dapat terlindungi dari risiko kecelakaan kerja.

Sebagai informasi, sejak Januari hingga Juli 2018 total pembayaran jaminan BPJS-TK mencapai Rp29,4 miliar lebih. Sementara pada periode 2017 pembayaran jaminan mencapai Rp53,9 miliar lebih. Pembayaran tersebut terdiri dari klaim program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP).


Editor: Pataruddin