Tuesday, 26 September, 2017 - 19:06

Hingga Maret, Kredit UMKM di Sulteng Hampir Rp8 Triliun

Kepala OJK Sulawesi Tengah, Syukri A Yunus. (Foto : Dok Metrosulawesi)

“OJK akan meminta perbankan segera melakukan langkah antisipatif guna menyelesaikan NPL melalui upaya penagihan intensif dan atau upaya hukum kepada debitur yang tidak kooperatif,” - Syukri A Yunus, Kepala OJK Sulteng -

Palu, Metrosulawesi.com - Penyaluran kredit perbankan ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tengah hingga Maret 2017 lalu sudah menghampiri angka Rp 8 triliun. Total penyaluran kredit tersebut meningkat 8,62 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Maret 2016 lalu berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angka realisasi penyaluran kredit UMKM mencapai Rp 7,346 triliun lebih, meningkat 8,62 persen menjadi Rp 7,980 triliun lebih per 31 Maret 2017.

“Penyaluran kredit UMKM di Sulawesi Tengah periode Maret 2017 mengalami pertumbuhan sebesar Rp 633,51 Miliar atau naik 8,62 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016,” sebut Kepala OJK Sulawesi Tengah Syukri A Yunus, Jumat 28 April 2017.

Berdasarkan jenis kreditnya, sebagian besar disalurkan ke jenis kredit usaha kecil yakni sebesar Rp 3.021 triliun atau meningkat 6,3 persen dibandingkan Maret 2016 lalu yang sebesar Rp 2,552 triliun lebih. Sementara pada kredit jenis mikro nominalnya mencapai Rp 2,504 triliun lebih, meningkat 2,56 persen dibandingkan Maret  2016 lalu yang sebesar Rp 2,316 triliun lebih.

Berbeda dengan penyaluran kredit jenis usaha mikro dan kecil, pada sektor usaha menegah penyaluran kredit tahun ini justru tampak sedikit mengalami perlambatan. Hingga Maret 2017 lalu penyaluran kredit jenis usaha menegah sebesar Rp 2,454 triliun atau turun 0,31 persen dibandingkan tahun lalu periode yang sama yang sebesar Rp 2,476 triliun lebih.

Menurut OJK Sulawesi Tengah, perbankan saat ini lebih fokus menyalurkan kredit ke sektor mikro dan kecil sebab nominal kerugian akibat kredit macet jauh lebih kecil jika dibandingkan kredit sektor usaha menengah. Hal ini pula yang menyebabkan penyaluran kredit di sektor usaha menengah cenderung menurun, meski tidak signifikan.

Meski demikian, Peningkatan penyaluran kredit UMKM secara keseluruhan memberikan sinyal bahwa aktivitas perekonomian di Sulawesi Tengah khususnya sektor UMKM tumbuh positif sehingga meningkatkan kepercayaan bank menyalurkan kredit kepada debitur.

Sementara kredit macet atau non performing loan (NPL) kredit UMKM per 31 Maret 2017 sebesar Rp 415,5 Miliar (5,21 persen), mengalami kenaikan dari periode sebelumnya yang sebesar 4,46 persen.

“OJK akan meminta perbankan segera melakukan langkah antisipatif guna menyelesaikan NPL melalui upaya penagihan intensif dan atau upaya hukum kepada debitur yang tidak kooperatif,” katanya.

Dia juga menyebut pihaknya akan senantiasa mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif khususnya sektor unggulan daerah guna mencipatakan pemerataan ekonomi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.