Saturday, 19 August, 2017 - 00:17

Honor Guru Terpencil di Sigi Tercekik, Besarannya Sesuai Kemanisan Hati Kepsek

Guru SMP se-Kabupaten Sigi Biromaru saat mengikuti pelatihan Fasilitasi Guru Terampil Dalam Memanfaatkan TIK Berbasis Radio, Televisi dan Film Untuk Pendidikan, di gedung Serba guna SMPN 13 Sigi, Kamis (12/11/2015). (Foto : Dok Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com - Sejumlah tenaga guru honorer, yang diangkat menjadi tenaga pengajar di daerah terpencil di Kabupaten Sigi, hingga kini belum mendapatkan kejelasan soal honor kerjanya. Bahkan mereka bekerja menjadi pendidik di sekolah-sekolah terpencil tidak menerima gaji sebagaimana mestinya, kecuali hanya berdasarkan kemanisan hati sang kepala sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan H. Ahmad Labaso mengemukakan, di Sigi memang terdapat beberapa wilayah yang terisolir dan terpencil. Terkait masalah pengangkatan tenaga guru honorer dan pemberian honor mengajar di sekolah-sekolah selama ini menjadi hak dan kewenangan kepala sekolah di wilayah itu.

''Ya, menyangkut segala hal, semuanya menjadi kewenangan dari para kepala sekolah masing-masing,'' kata Ahmad Labaso, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Sigi, Rabu 20 Januari.

Dia mengatakan, pemberian gaji kepada guru sudah diatur oleh setiap sekolah, adapun ada tenaga guru yang belum menerima gaji itu namanya belum terdaftar, karena yang terdaftar pasti menerima gaji.

"Ya, yang menerima honor hanya yang terdaftar. Kalau yang tidak terdaftar tentu tidak ada honornya, walaupun sudah lama mengabdi,'' ungkapnya.

"Di Sigi, ada tiga wilayah terisolir yakni Desa Lemba Petongoa, Kecamatan Palolo, Desa Tompesia, dan Desa Palele, Kecamatan Dolo Barat,'' ujarnya.

Kata dia, selama ini Dikpora Sigi, sudah melakukan berbagai upaya maksimal, agar daerah-daerah yang terpencil tersebut, para siswa-siswinya mendapatkan pendidikan yang layak, berkualitas sesuai dengan sekolah yang ada di daerah lain. Tentunya untuk mencapai hal ini, tidak lepas dari kualitas sumber daya manusia (SDM) dari tenaga pendidik dan kelengkapan fasilitas sekolah.

“Setiap tahunnya kami mengadakan fasilitas pendukung belajar ke seluruh sekolah, khususnya fasilitas Labolatorium belajar,” katanya.

Sejauh ini di wilayah Terpencil Sigi, belum ada Standar rekrutment tenaga guru honorer semuanya rata-rata lulusan SMA.

"Belum ada ketentuan standar rekrutmen tenaga guru honor di daerah terpencil. Namun sebenarnya kami memprioritaskan dan mengupayakan agar putra-putri asal Sigi yang bergelar Sarjana (SI) Pendidikan mau mengajar di wilayah terpencil, namun ya itu lagi masalahanya," katanya.

"Awalnya mengabdi sebagai guru honor, kemudian setelah terangkat menjadi PNS, guru tersebut mengajukan surat pindah tugas ke kota, karena banyak pertimbangan tidak ada listrik, dan lainya, sehingga sekolah di Desa terpencil selalu mempunyai masalah pada tenaga pendidik," tandasnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.