Saturday, 25 November, 2017 - 11:48

Honorer K2 Sulteng Minta UU ASN Direvisi

DEMO - Ratusan Honorer K2 saat melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur dan DPRD Sulteng, Senin, 13 November 2017. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Ratusan tenaga honorer yang tergabung di Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur dan DPRD Sulteng, Senin, 13 November 2017.

Mereka meminta Presiden merevisi Undang-Undang ASN Nomor 5 Tahun 2017, dan mengangkat Honorer K2 menjadi PNS serta mensejahterakan para honorer K2, yang sudah beberapa tahun mengabdikan diri di sejumlah instansi pemerintah di Sulteng.

Kordinator Lapangan (Korlap), Ihsan N. Ruman, mengatakan aksi ini merupakan tindaklanjut dari hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FHK2I di Yogyakarta kemarin. Hasilnya adalah pengurus dan anggota FHK2I melakukan aksi serentak se Indonesia, di masing-masing daerah. Sehingga hasil dari aksi ini akan dibawa ke pusat.

“Kami meminta agar Gubernur Sulteng mendengarkan aspirasi dan mendukung gerakan kami untuk menyampaikan ke Presiden RI, untuk melakukan revisi UU ASN, karena UU tersebut mengikat batasan umur usianya 35 tahun. Sedangkan para honorer K2 itu tidak ada di bawah 35 tahun, rata-rata 35 ke atas,” ujar Ihsan.

Selain point utama meminta merevisi UU, Ihsan juga meminta Pemda memperhatikan kesejahteraan para Honorer K2, sambil menunggu revisi.

“Jujur saja kami ini digaji yang seadanya saja, ada yang 300 ribu dan bahkan ada yang di bawah itu sampai tidak terima gaji. Sehingga pengabdian kita ini hanya dimanfaatkan saja. Padahal ijazah kita itu rata-rata sarjana dan mengambil gelar itu tidak semudah itu, butuh perjuangan mendapatkan ijazah,” imbuhnya.

Ihsan juga meminta honorer K2 ini agar dijadikan PNS, karena pengabdian para honor K2 sudah sangat cukup lama dan telah mempunyai pengalaman yang tidak perlu diragukan lagi. (Selengkapnya di edisi cetak Selasa, 14 November 2017)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.