Saturday, 22 July, 2017 - 18:53

Hukuman Prof Sultan Ditambah 1,5 Tahun

ILUSTRASI - Pengadilan Tinggi menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Tipikor dana penelitian pada Lemlit dan Pengabdian Masyarakat Untad tahun 2014/2015 dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan. (Grafis : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pengadilan Tinggi Sulteng menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Sultan dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan atau 3,5 tahun. Hukuman terhadap Profesor atau Guru Besar Untad tersebut bertambah 1,5 tahun dari putusan pengadilan tingkat pertama, yakni 2 tahun penjara menjadi 3,5 tahun.

Selain hukuman badan, terdakwa Sultan juga membayar denda senilai Rp 50 juta subsidair 2 bulan kuringan, serta membayar uang penganti senilai Rp 311.729.377 subsidair 8 bulan penjara.

Hal tersebut diungkaplan oleh Humas Pengadilan Negeri Palu, Lilik Sugihartono kepada Metrosulawesi, Kamis, 15 Juni.

Lilik mengatakan, setelah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Palu menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Sultan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding. Putusan banding perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dana penelitian pada Lembaga Penelitian (Lemlit) dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tadulako (Untad) tahun 2014/2015 dengan terdakwa Sultan itu diterima pada Selasa, 12 Juni kemarin.

"Pengadilan Tinggi menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Sultan dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan, dan membayar denda senilai Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan serta membayar uang penganti senilai Rp 311.729.377 subsidair 8 bulan penjara," ujarnya.

Diketahui, bahwa JPU mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palu terhadap terdakwa Sultan. Pasalnya, terdakwa Sultan hanya divonis dua tahun penjara. Menurut JPU, terdakwa Sultan terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang dakwakan dalam dakwaan subsidair pasal 3 Jo Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat ayat 1 ke-1 KUHP.

Sehingga, JPU menuntut terdakwa Sultan dengan pidana penjara selama 4 tahun, dan denda senilai Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan serta membayar uang penganti senilai Rp 230 juta subsidair 2 tahun penjara. Olehnya, ketika putusannya jauh dibawa tuntutan, JPU pun mengajukan banding.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.