Monday, 23 July, 2018 - 23:54

HUT Basarnas ke-44, Basarnas Palu Siap Laksanakan Tiga Revolusi Mental

Upacara HUT Basarnas ke-44 di Palu. (Foto : Metrosulawesi/Eddy)

Palu, Metrosulawesi.com – Dalam sambutannya di upacara HUT Basarnas ke-44, Kepala Urusan Umum Basarnas Palu Aris Sofingi, Senin (29/2/2016) mengatakan pihaknya siap melaksanakan program revolusi mental dari Presiden RI Joko Widodo.

“Tiga pesan dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Pusat yang merupakan program revolusi mental dari Presiden RI Joko Widodo yaitu yakni, responsibylity, militan dan santun. Kita sangat mendukung program bapak presiden dalam kaitannya revolusi mental,” kata Aris Sofingi yang juga selaku pembina upacara.
    
Menurutnya, ketiga pedoman revolusi mental tersebut harus dipegang teguh oleh setiap anggota Basarnas.

“Responsibylity adalah bertindak cepat, tanggap dalam mendengar suatu musibah atau bencana. Militan bertujuan Basarnas tidak mudah menyerah dan putus asa dalam melaksanakan tugas dilapangan, baik didarat maupun di laut. Sementara santun, rescuer (penyelamat) bisa membantu dengan iklas dan tidak arogan dalam bertugas,” katanya.

Aris mengungkapkan setiap anggota Basarnas harus selalu meningkatkan profesionalisme dari segi sarana maupun prasarana.

“Serta selalu berusaha memodernisasi sarana, untuk menunjang pekerjaan di lapangan. Selain sarana, yang terpenting juga peningkatan sumber daya manusia. Kami ingin menjadikan rescuer yang terjun langsung di lapangan menjadi rescuer profesional,” ujarnya.

Kegiatan yang dihelat secara sederhana tersebut berlangsung hikmat. Peringatan ditutup dengan pembagian piala bergilir yang diserahkan kepada kelompok bravo.

“Kita berharap ini menjadi motivasi bagi recue yang lain, agar terus meningkatkan profesionalisme dalam bekerja. Bukan pialanya yang penting tetapi bagaimana usaha mempertahankan piala tersebut,” kata Aris.

Masih Kekurangan Armada Laut

Kepala Urusan Umum Basarnas Palu Aris Sofingi, Senin (29/2/2016) mengungkapkan pihaknya masih kekurangan armada laut.

“Basarnas Palu memiliki sarana laut berupa dua Rescue Boat ukuran 36 meter, dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) yang ditempatkan di Palu dan Banggai. Dua kapal, yang posisinya masih berada di Palu dan satu unit kapal ukuran 12 meter. Sementara sarana darat satu Rescue Truck, empat Rescue Car, dua Truck Personil, dan tujuh kendaraan roda dua. Kendaraan roda dua tersebut digunakan untuk melaksanakan respontime,” kata Aris.

“Meskipun begitu kami masih kekurangan armada laut karena wilayah Sulteng lebih di dominasi wilayah perairan dan posisi kota Palu di apit pulau, sehingga membutuhkan kapal sendiri. Sementara wilayah kerja kami hingga di teluk Tomini dan teluk Tolo. Jika kita tempatkan kapal di Palu, maka ada musibah di Teluk Tomini atau Teluk Tolo, maka pergerakan agak sedikit susah, karena harus memutar dulu,” papar Aris.

Aris berharap masing-masing wilayah di Sulawesi Tengah bisa memiliki sarana sendiri untuk dioprasikan. 
 
“Bukan hanya sarana laut, tapi sarana darat juga masih kekurangan,” pungkanya.
 

Editor : M Yusuf BJ