Saturday, 20 January, 2018 - 03:31

HUT ke 57 Tolitoli: Bupati Dikukuhkan Jadi Raja, Nama Lapangan Diganti

RAPAT - Bupati Tolitoli H Moh Saleh Bantilan memimpin rapat panitia peringatan HUT Kabupaten Tolitoli. (Foto : Ist)

HUT TOLITOLI (11/12/2017)
  • Minggu 10 Desember 2017 Bupati Tolitoli H Moh Saleh Bantilan dikukuhkan sebagai Raja Tolitoli.
  • Panitia akan mengundang para duta besar, gubernur dan bupati se Sulawesi Tengah.
  • Nama lapangan Hi Hayun diganti menjadi lapangan Gaukan Moh Bantilan.
  • Mengundang kerajaan dari luar dan biaya akomodasi ditanggung.

Tolitoli, Metrosulawesi.com - Sejumlah agenda acara akan digelar pada hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Tolitoli ke 57 yang puncaknya pada 11 Desember 2017. Hal itu mengemuka pada rapat panitia persiapan HUT Kabupaten Tolitoli yang dipimpin olen Bupati Tolitoli H Moh Saleh Bantilan.

Bupati mengatakan dalam pelaksanaan HUT Tolitoli kali ini bertepatan dengan pengukuhan atau matanggauk Raja Tolitoli yang juga sebagai Bupati Tolitoli. Pemerintah daerah akan mengundang para duta besar, gubernur dan seluruh bupati yang ada di Sulawesi Tengah.

Acara pengukuhan Raja Tolitoli akan dilaksanakan pada Minggu 10 Desember 2017. Dengan demikian, di Indonesia ada dua kepala daerah yang juga raja yakni Gubernur Yogyakarta sebagai gubernur dan juga sebagai raja serta Bupati Tolitoli sebagai raja Tolitoli. Adapun HUT Kabupaten Tolitoli digelar pada Senin 11 Desember 2017.

Dalam pelaksanaan upacara HUT Kabupaten Tolitoli Bupati Tolitoli juga akan diresmikan pemberian nama lapangan Hi Hayun menjadi lapangan Gaukan Moh Bantilan sehingga menjadi Taman Kota GMB yang akan langsung dibuatkan gapura dalam bentu permanen.

Dalam rapat tersebut, semua panitia yang terlibat kepanitiaan telah mengumumkan secara singkat susunan persiapan yang akan dilaksanakan pada hari penobatan raja Tolitoli dan HUT Tolitoli. Disampaikan juga bahwa untuk para tamu kerajaan dari luar akan ditanggung biaya akomodasinya.

Bupati Tolitoli juga akan mengundang seluruh mantan Bupati Tolitoli termasuk mengharapkan kepada semua camat dapat menghadirkan kepala desanya serta perwakilan tokoh masyarakat, dan disarankan menggunakan pakaian adat sesuai perwakilan sukunya. (rls/zal)


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.