Monday, 23 July, 2018 - 06:20

Iklan Bayu Montang Berpotensi Pidana

DIPERIKSA - Wakil Ketua DPD Hanura Sulawesi Tengah Bayu Alexander Montang menjalani pemeriksaan oleh Gakkumdu terkait dugaan pelanggaran pidana pemilu. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Wakil Ketua DPD Hanura Sulawesi Tengah, Bayu Alexander Montang, memenuhi undangan klarifikasi Gakkumdu Sulawesi Tengah, Kamis 5 April 2018 terkait dugaan pelanggaran pidana pemilu. Bayu diduga melakukan kampanye di media massa diluar jadwal yang ditentukan, dimana bila terbukti ancaman hukumannya paling lama 1 tahun penjara dan denda Rp12 juta.

Bayu Montang diperiksa Gakkumdu sebagai saksi untuk mengklarifikasi temuan Bawaslu. Dimana disalah satu media massa, terpampang iklan Partai Hanura lengkap dengan simbol dan nomor urut disertai dengan wajah-wajah petinggi dan kader Hanura.

Ketua Bawaslu Sulawesi Tengah, Ruslan Husen, usai memeriksa Bayu Montang mengatakan langkah selanjutnya tergantung hasil kajian Gakkumdu. Bila unsur-unsur pelanggarannya terpenuhi semua, maka berkas Bayu Montang akan dilimpahkan ke penyidik Polda untuk dilanjutkan ke proses pidana.

“Semua saksi sudah kita periksa terkait iklan kampanye disalah satu media massa. Keputusan Gakkumdu untuk mengambil tindakan lanjutan bergantung pada hasil kajian, bila terbukti sanksinya bisa di pidana,” ujar Ruslan.

Meskipun tidak menjelaskan secara detil materi perkara, namun Ruslan mengakui semua keterangan yang dibutuhkan sudah lengkap. Saksi-saksi juga sudah diperiksa semua, kalau nanti ada yang berpotensi menjalani sidang pidana, semua tergantung hasil kajian.

Lanjut Ruslan, prinsipnya Gakkumdu bertindak sesuai UU No 7 tahn 2017 tentang Pemilu. Di pasal 492 menegaskan setiap orang yang dengan sengaja melakukan Kampanye Pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU l(abupaten/Kota untuk setiap Peserta Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276 ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama I (satu) tahun dan denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

“Intinya semua yang kami butuhkan sudah lengkap,” tandas Ruslan.

Sementara Bayu Montang dikonfirmasi usai menjalani pemeriksaan mengakui tidak mengetahui adanya larangan kampanye itu.

“Tadi ditanya soal iklan. Saya tidak tahu kalau itu dilarang,” jawab Bayu Singkat.

Bayu Montang merupakan saksi terakhir yang diperiksa Gakkumdu. Sebelumnya Gakkumdu juga telah memeriksa Ketua DPD Hanura Sulawesi Tengah Hadianto Rasyid, Sekretaris Hanura Sulawesi Tengah Ismail Junus, serta kader Hanura lainnya diantara Rahman Sarkawi dan Irsan Satria.