Saturday, 18 August, 2018 - 19:56

Imran Latjedi: Saya Tidak Mau Kecewakan Ahmad M Ali

Imran Latjedi memperlihatkan pernyataan pengunduran dirinya sebagai Kades Lolu. (Foto: Firmansyah/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com – Kepala Desa Lolu, Imran Latjedi, akhirnya memberikan klarifikasi mengenai pemberitaan melibatkan dirinya, yang dikabarkan mengundurkan diri maju bertarung di bursa Pemilu DPRD 2019 mendatang.

Imran Latjedi, yang ditemui wartawan, Jumat, 20 Juli 2018, membantah telah melakukan pengunduran diri itu, ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sigi. Bahkan dia, memutuskan tetap bertarung bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sigi, dan akan bertarung Dapil I meliputi Kecamatan Biromaru, Tanambulava, dan Gumbasa.

“Saya tidak mau mengecewakan Pak Bendum Nasdem (Ahmad M Ali), beliau telah memberikan saya kesempatan maka kesempatan itu tidak akan saya sia-siakan,” ungkap Imran Latjedi, saat melakukan konferensi pers dengan wartawan di warung makan Rampangale, Desa Lolu.

Ketua Garda Nasdem Sigi ini menambahkan, kepeduliannya demi membesarkan Nasdem Sigi cukup besar. Sehingga keputusan mengundurkan diri dari jabatan kepala desa ini diambil sebagai keputusan final. Meski berbenturan dengan keinginan masyarakat Desa Lolu, akan tetapi dia tetap berkeinginan maju mewakili Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru.

“Saya sudah pamitan dengan masyarakat Lolu, usai melakukan sholat Jumat berjamaah tadi, dan respon mereka sangat baik. Insya allah keputusan saya ambil ini bisa mendapat restu dari masyarakat Lolu dan sekitarnya,” terangnya.

Menurutnya, pernyataan mengundurkan diri sebagai Kades Lolu telah diajukan ke Bupati Sigi dalam hal ini Pemkab Sigi, sejak pertanggal 15 Juli 2018. Keputusan itu juga dilampirkan sebagai tembusan ke KPU Sigi. Pernyataan pengunduran dirinya ini menandakan dia akan fokus bertarung untuk DPRD Sigi 2019.

“Saya bersama keluarga optimis memenangkan Nasdem pada Dapil Biromaru. Keberhasilan kami meraih kursi nanti, maka akan menjadi keberhasilan Nasdem juga di Kabupaten Sigi,” pungkasnya.

 

Editor: Masruhim Parukkai