Tuesday, 26 September, 2017 - 17:25

Imran Tersangka, Keluarga Dewi Lestari Lega

Kapolsek Marawola, IPTU Muh Irham. (Foto : Jose Rizal)

Sigi, Metrosulawesi.com - Perkembangan kasus kekerasan terhadap siswi yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah kini sudah mencapai tahap pengajuan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Donggala.

Hal itu dikatakan Kapolsek Marawola IPTU Muh. Irham kepada Metrosulawesi.com, Senin (6/10/2014) dikantornya.
 
"Insya Allah besok, (7/10/2014),  kami akan mengajukan SPDP. Setelah mendapat tanggapan dan petunjuk dari kejaksaan, kami akan mengajukan berkas perkara tahap I," kata Irham

Sebelumnya, Ia mengatakan, bahwa pemeriksaan saksi-saksi sudah selesai. Pihaknya juga  sudah menetapkan Imran, guru yang melakukan penganiyaan itu sebagai tersangka.

"Pada tanggal 23 September 2014, setelah mendengar keterangan saksi-saksi, mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan dari yang bersangkutan, atas fakta-fakta kami lalu menetapkan saudara Imran sebagai tersangka," katanya.

Disinggung mengenai belum ditahannya tersangka, Kapolsek yang masih bujang itu menjelaskan,  dalam penanganan kasus ini pihak penyidik menerapkan pasal 80 ayat 1 UUD perlindungan anak Nomor 23 tahun 2002, yang ancaman hukumanya 3 tahun 6 bulan.

"Yang bersangkutan bisa ditahan kalau ia mengulangi perbuatanya, menghilangkan barang bukti, atau melarikan diri, atau diancam dengan hukuman diatas 5 tahun," jelas IPTU Irham.

Keluarga korban merasa lega setelah mendengar guru yang menganiyaya putri mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka.

 
Editor : Bandi

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.