Monday, 23 July, 2018 - 14:14

Inflasi Sulteng Masih Tinggi

Telur curah dipasaran. (Foto: Patar/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Inflasi Sulawesi Tengah masih tinggi sehingga butuh perjuangan keras untuk bisa menekannya.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah Miyono dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Mercure Kota Palu, Senin siang, 21 Mei 2018. Pertemuan ini dimaksudkan untuk pengendalian harga barang dan jasa di bulan Ramadan dan Idul Fitri 2018.

Menurut Miyono, tingginya inflasi daerah ini akan berdampak pada pendapatan riil. Secara nasional, bila inflasi tinggi juga mempengaruhi Bank Indonesia dalam menentukan suku bunga.

"Inflasi juga menjadi acuan oleh investor untuk melakukan investasi. Ini akan menjadi pertimbangan bagi investor, bila inflasi cukup baik, maka akan mempengaruhi minta investor," ujar Miyono.

Sementara itu Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola mengatakan perlunya kerjasama antara TPID propinsi, kabupaten dan kota ditingkatkan untuk menjaga stabilitas perekonomian daerah, dengan berupaya mengendalikan inflasi secara bersama-sama.

"Meskipun baru kota Palu yang dihitung angka inflasinya secara nasional, namun kabupaten lainnya juga punya kontribusi terhadap tinggi rendahnya tingkat inflasi Sulawesi Tengah," ujar Longki Djanggola saat membuka High Level Meeting TPID.

Tahun depan, Kabupaten Banggai akan masuk daerah yang dihitung angka inflasinya secara nasional.

Sedangkan TPID di Sulawesi Tengah saat ini sudah terbentuk sebanyak tujuh TPID yakni TPID Kota Palu, Kabupaten Donggala, Tojo Una-una, Banggai Laut, Banggai, Morowali dan Poso.

Target inflasi Sulawesi Tengah tahun 2017 sebesar 4%_+1%, namun realisasinya inflasi mencapai 4,33%, diatas inflasi nasional sebesar 3,61%.

Tags: