Friday, 17 August, 2018 - 17:13

Inspektorat Touna Jamin Akurasi Hasil Audit

Putromo Paada. (Foto: Subandi Arya/ Metrosulawesi)

Touna, Metrosulawesi.com - Meski secara struktur keberadaan Inspektorat dibawahi pemda, namun dari sisi kinerja, Inspektorat bersifat independen. Pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat dilakukan secara profesional sesuai kaidah-kaidah yang ada.

"Yang kami periksa atau audit, hanya yang terkait dengan institusi pemerintah daerah. Selain itu tidak. Meski demikian, proses dan hasil pemeriksaan kami tak terkontaminasi kepentingan," ujar Inspektur Inspektorat Kabupaten Tojo Una-Una, Putromo Paada, pekan lalu di Ampana.

Hasil pemeriksaan Inspektorat benar-benar dijaga kevalidan dan akurasinya. Sehingga bisa dipercaya. Sebab tak jarang, kata Putromo, hasil audit Inspektorat menjadi rujukan hingga di meja pengadilan. Karena itulah, sambung Putromo, hasil pemeriksaan Inspektorat tak boleh dilakukan asal-asalan. Sewaktu-waktu Inspektorat diminta menjadi ahli di pengadilan terkait kasus yang diperiksa tadi.

"Tidak ada by order untuk tujuan tertentu. Kecuali permintaan dari pimpinan (bupati,red) atau dari OPD terkait, memang ada. Tapi tetap dalam koridor. Pemeriksaan reguler maupun pemeriksaan khusus yang kami lakukan mesti objektif," ujarnya.

Saat ini, Inspektorat Touna memiliki 27 tenaga auditor. Semuanya telah bersertifikat. Syarat seseorang menjadi auditor, minimal 2 tahun bekerja di Inspektorat. Setelah itu baru bisa ikut testing auditor.

Meski sudah memiliki 27 auditor, namun Putromo mengakui bahwa jumlah itu belum ideal. Dengan melihat porsi kerja yang ada, auditor yang dibutuhkan minimal 39-40 orang.

"Adanya kucuran dana desa (DD), tentunya menambah tugas kami. Walau demikian, personel auditor yang ada sekarang kami maksimalkan. Saat ini, dalam setiap tim pemeriksa ada 6 auditor," sebutnya.

Menurut Putromo, paradigma kerja Inspektorat sudah berubah. Jika dulunya cenderung disebut dog supervisor (anjing pengawas), maka sekarang tidak lagi. Prinsip kerja Inspektorat sekarang lebih pada kemitraan, konsultan, dan pengawasan.

Dengan prinsip kerja seperti ini, jajaran pemda diakui Inspektur Inspektorat, lebih leluasa berkunjung ke Inspektorat. Apakah sekadar untuk konsultasi atau menjalin kemitraan, Inspektorat menyambut dengan suka cita.
"Asalkan kedatangannya bukan untuk berkonsporasi. Kami pasti menolak. Kalau datang untuk berdiskusi atau meminta advis hukum, kami sangat welcome demi perbaikan dan kemajuan daerah," demikian Putromo. 


Editor: Syamsu Rizal