Thursday, 23 November, 2017 - 06:22

Instruksi Wali Kota Palu: Nyanyikan Lagu Kebangsaan Usai Jam Belajar

Hidayat, MSi saat konferensi pers di ruangannya beberapa waktu lalu. (Foto : M Yusuf BJ/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pemerintah Kota Palu mengeluarkan Instruksi Wali Kota kepada siswa SD-SMP untuk menyanyikan lagu nasional atau lagu kebangsaan usai jam belajar. Hal itu bertujuan untuk memupuk kembali rasa nasionalisme generasi usia sekolah di Kota Palu.

“Jadi sebelum siswa SD dan SMP pulang ke rumahnya, wajib menyanyikan dua lagu kebangsaan atau satu lagu kebangsaan dan satu lagi lagu daerah. Dihapus saja apel pulang sekolah, digantikan dengan menyanyikan lagu kebangsaan tersebut,” kata Wali Kota Palu Hidayat di Palu beberapa waktu lalu.

Kata dia, kegiatan tersebut harus digalakkan kembal untuk menggairahkan semangat nasionalisme bagi siswa sejak dini.

“Karena dahulu kita semua sekolah, budaya menyanyikan lagu kebangsaan usai sekolah diwajibkan. Coba hal ini kita galakkan lagi kepada para siswa SD-SMP,” katanya.
   
Hidayat mengatakan bahwa pada intinya, dirinya berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan visi misinya dalam membangun Kota Palu.

“Karena kedepannya, saya akan mempertanggungjawabkan visi misi yang saya usung kepada masyarakat. Apa saja yang saya lakukan untuk mewujudkan visi dan misi itu, maka jawabannya adalah program-program yang akan kami laksanakan,” jelasnya.

Selain itu, Hidayat juga akan mengeluarkan program penggunaan ciri khas pakaian daerah masing-masing bagi siswa SD-SMP.Program ini sementara digodok oleh beberapa pihak terkait. Tujuannya untuk mewujudkan salah satu visimisi Kota Palu yakni peningkatan adat dan budaya.

“Tolong dinas terkait dikaji bersama Tim Pendamping, keinginan saya bagi siswa SD-SMP untuk memakai ciri khas pakaian daerahnya masing-masing pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, yang suku jawa memakai blangkon,kalau suku kaili pakai siga. Supaya para siswa ini ditanamkan sejak dini pengetahuannya tentang keragaman budaya Indonesia,” ungkap Hidayat saat konferensi pers di ruangannya, Rabu, 12 April 2017.

Hidayat meminta agar keinginannya tersebut cepat ditanggapi oleh SKPD terkait.

“Jangan sampai keinginan saya ini ditangkap oleh daerah lain lagi. Jadi minta tolong hal ini segera dikaji, agar segera dikeluarkan Instruksi Wali Kota,” imbaunya.

“Jadi ini bukan memakai pakaian adat lengkap, tetapi hanya pada bagian kepala saja. Misalnya, bagi suku kaili memakai siga dan bagi suku jawa memakai blangkon. Disinilah upaya Kota Palu untuk mengenalkan budaya nusantara kepada para siswa SD-SMP,” tambahnya.

Selain itu, Wali Kota Palu Hidayat, M.Si juga mengungkapkan untuk memaksimalkan visi dan misi Kota Palu, khususnya di bidang iman taqwa dengan membentuk Taman Pengajian AlQuran (TPA) per kecamatan di Kota Palu.

“Taman pengajian ini tidak hanya mengajarkan baca tulis AlQuran, melainkan mengajarkan juga soal tajwid, qiroah dan hafalan AlQuran serta kaligrafi. Baca tulis AlQuran sudah diajarkan pada program Palu Kana Mapande yang telah dilaksanakan saat ini. Nah, TPA yang akan didirikan pada tiap kecamatan ini akan mengajar tahapan selanjutnya ,” kata Hidayat.

Hidayat mengatakan pada TPA tersebut akan ditempatkan beberapa tenaga pengajar.

“Paling tidak ditempatkan tiga tenaga pengajar sesuai bidang masing-masing dalam TPA tersebut. Ada yang mengajar qiroah dan tajwid, ada yang mengajar hafalan AlQuran dan ada juga yang mengajar kaligrafi,” katanya.

Dengan adanya TPA tersebut, kata Hidayat, Kota Palu tidak perlu menyewa tilawah jika ingin mengikuti MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran).

“Karena kita sudah memiliki orang yang mampu untuk itu, yang diharapkan lahir dari TPA-TPA yang akan dibentuk tersebut. Jadi saya ingin, tidak ada lagi pemain bayaran yang di sewa Kota Palu untuk mengikuti MTQ dan sejenisnya,” jelasnya.

“Saya minta ini dikaji, agar pada tahun anggaran 2018 program ini sudah berjalan. Silahkan beri nama TPA nya, misalnya TPA Nomoni atau TPA Norambanga. Yang jelas TPA ini hadir pada delapan kecamatan di Kota Palu,” katanya.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.