Monday, 23 July, 2018 - 06:03

IRT Meninggal Usai Pasang Kontrasepsi, Suami Polisikan BKKBN Sigi

Samuel, saat memperlihatkan bukti laporannya. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Seorang warga Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Makmur, Kabupaten Sigi yang bernama Samuel (53), mempolisikan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Sigi, ke Polda Sulteng, dalam kasus dugaan tindak pidana tentang kesehatan, pada Selasa 27 Maret 2018.

Pasalnya, istri  dari pria yang pekerjaanya sebagai seorang petani itu yang bernama Lin, meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan bhakti sosial (Baksos) kesehatan pemasangan alat kontrasepsi spiral, yang dilaksanakan oleh BKKBN Kabupaten Sigi, pada tanggal 27 Februari 2017 lalu.

Samuel, melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulteng dengan nomor, Polda Sulteng nomor TBLP/III/2018/Ditreskrimsus, karena sebelumnya dirinya sudah berusaha melaporkan ke Polsek yang berada di Kabupaten Sigi, namun kurang direspons.

Dalam surat laporannya tersebut, samuel menjelaskan bahwa, awalnya pada tangal 27 Februari 2017 lalu, sekitar pukul 10.00, pihak BKKBN Kabupaten Sigi mengadakan Baksos di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Makmur, Kabupaten Sigi, berupa alat pemasangan alat kontrasepsi. 

Setelah dilakukan pemasangan alat kontrasepsi jenis spiral tersebut, sekitar pukul 11.00 wita, korban (Lin-Red), merasakan sakit di bagian dada yang mengakibatkan korban terjatuh dan mengeluarkan busa dari mulut. Sekitar pukul 12.00 Wita, korban dirujuk ke RS.Torabelo, Kabupaten Sigi. Namun, Korban meninggal dunia dalam perjalanan.

Dirinya juga mengatakan bahwa hal tersebut tanpa persetujuan dari dirinya sebagai suami korban, dan dirinya menduga ada kekeliruan yang dilakukan pihak BKKBN Kabupaten Sigi.

“Dengan kejadian ini saya merasa keberatan dan menuntut secara hukum sehingga melaporkan kepada pihak kepolisian,” ungkap Samuel, usai dilakukan BAP oleh tim Krimsus Polda Sulteng.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono, saat dikonfirmasi Via seluler Selasa 27 Maret 2018 menyatakan bahwa, dengan adanya laporan tersebut Polda Sulteng akan melakukan penyelidikan.

“Langkah awal dengan adanya laporan tersebut, kami masih melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

 

Editor: Syamsu Rizal