Sunday, 27 May, 2018 - 01:39

Isu Telur Palsu Hoax

Safriansyah. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Beberapa hari terakhir beredar isu telur palsu di media sosial membuat masyarakat resah. Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palu, Safriansyah mengatakan, hingga sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa membuat telur palsu.

“Isu itu hoax, sebenarnya sudah banyak bantahan, cuma muncul lagi, muncul lagi. Ada profesor dari ITB juga sudah menyatakan tidak ada orang yang bisa buat telur palsu dengan kulit dan cangkang seperti telur asli,” ujar Safriansyah kepada Metrosulawesi, Senin, 19 Maret 2018.

Safriansyah menerangkan, ia telah menerima informasi beredarnya isu telur palsu dari berbagai media sosial. Bahkan ada informasi yang ia ketahui telur palsu telah beredar di Kota Palu. Namun informasi tersebut menurutnya hoax karena tidak jelas disebutkan bagian Palu wilayah beredarnya telur palsu yang dimaksud.

“Saya dapat video yang menyatakan telur palsu sudah masuk di Palu, tapi tidak disebutkan Palu bagian mana, jadi kita anggap informasi bohong,” terangnya.

Olehnya, Kepala BPOM mengimbau agar masyarakat cerdas menerima informasi dan tidak mudah terhasut informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sebab informasi demikian hanya membuat masyarakat resah.

“Jadi kalaupun ada orang yang bisa buat telur palsu akan lebih mahal harganya. Ini sama seperti isu beras plastik yang juga sempat beredar dimasyarakat,” tutur Safrianyah.

Kata Safriansyah, secara kewenangan pengawasan produk panganan segar, seperti telur, berada pada dinas terkait dibawah naungan pemerintah daerah. Meski demikian, BPOM dituturkannya siap berkoordinasi apabila dibentuk dalam suatu tim untuk melakukan sidak.
 
“BPOM-kan kewenangannya lebih kepada pangan olahan yang sudah terkemas, kalau panganan segar seperti telur yang lebih berwenang Dinas Pertanian dan Dinas Pangan,” tandasnya.

 
Editor: M Yusuf Bj