Saturday, 21 October, 2017 - 21:50

Izin Investasi, Tiga Jam Selesai

Kepala BPMP2TSPD Provinsi Sulawesi Tengah, Christina Shandra Tobondo. (Foto : Dok Metrosulawesi)

BPMP2TSPD Sulteng Keluarkan Izin Enam Perusahaan

Palu, Metrosulawesi.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Sulteng memberikan kemudahan bagi investor yang menanamkan modalnya di Sulteng. Salah satunya dengan mempercepat proses pembelian izin investasi hanya dalam waktu tiga jam.

Pengurusan perizinan investasi yang bisa selesai dalam tiga jam itu yakni: izin investasi, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Akta Pendirian Perusahaan dan SK Pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA) dan Rencana Penggunaan. Selain itu juga izin Tenaga Kerja Asing (RPTKA), Angka Pengenal Importir Produsen (API-P), dan Nomor Induk Kepabeanan (NIK).

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMP2TSPD) Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Christina Shandra Tobondo saat ditemui Metro Sulawesi, Selasa (16/2/2016) menjelaskan, beberapa daerah telah menjalankan kebijakan percepatan izin investasi dan izin kontruksi yang merupakan bagian dari program izin investasi tiga jam. Layanan izin investasi dan izin konstruksi merupakan kelanjutan dari izin investasi tiga jam. Fasilitas tersebut didapat jika investor berinvestasi di kawasan industri.

"Investor yang berlokasi di kawasan industri yang ditunjuk, setelah mendapatkan izin investasi dan izin konstruksi, bisa langsung melakukan tahap konstruksi pararel sambil mengurus IMB dan izin-izin yang diperlukan lainnya,” jelasnya.

Peluncuran layanan izin investasi tiga jam di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu menghasilkan produk perizinan baru, dimana dalam layanan tersebut investor akan menerima delapan produk perizinan plus satu surat booking tanah. Layanan ini merupakan terobosan dari pemerintah untuk memudahkan para investor yang akan menanamkan modalnya maupun melakukan ekspansi investasinya di Indonesia.

Christina menjelaskan, untuk bisa mendapatkan pelayanan izin investasi pelayanan tiga jam ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para investor, diantaranya nilai investasi minimal Rp 100 miliar  atau senilai US$ 7,5 juta atau dengan penyerapan tenaga kerja dalam negeri setidaknya sebanyak 1.000 orang.

“Dengan adanya layanan ini, diharap mampu menarik minat para investor untuk berinvestasi di Indonesi. Dengan demikian, munculnya investasi-investasi baru ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya,” tambahnya.

Berikut nama -nama perusahaan–perusahaan di Sulawesi Tengah  yang telah memperoleh fasilitas layanan izin investasi tiga jam yaitu: PT. Indonesia Ruipu Nickel And Chrome Alloy, PT. Ind Mine Ltd, PT. Bintang Delapan Terminal, PT. Marana Geothermal Nusantara, PT. Sinergi Raya Utama dan  PT. Tirta Lestari Reymond.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.