Monday, 23 July, 2018 - 13:51

Jaksa Tahan Mantan Dirut PDAM Ampana

Ampana, Metrosulawesi.com - Setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 6 jam, mantan Dirut PDAM Ampana, Baktiar, akhirnya ditahan tim penyidik Kejari Tojo Una-Una Senin petang 2 Juli 2018. Baktiar terseret kasus dugaan korupsi di tubuh PDAM tahun 2015 dengan kerugian negara mencapai Rp500 juta.

Kajari Touna Hadi Sulanto SH MH menjelaskan,  dugaan korupsi yang dituduhkan kepada mantan Dirut PDAM terkait pengelolaan dana penyertaan modal tahun 2015 yang diterima PDAM Ampana. Dana penyertaan modal tahun itu dipakai untuk membiayai program MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) di wilayah Tojo Una-Una.

Tapi dalam realisasinya, manajemen PDAM Ampana tidak ikut aturan. Pekerjaan-pekerjaan fisik program MBR justru diswakelolakan. Padahal mestinya ditenderkan dan dikerja pihak ketiga. 

"Baktiar yang ambil keputusan sehingga pekerjaan diswakelola. Pinjam bendera (perusahaan) pihak lain untuk mengerjakan proyek PDAM,"jelas Hadi Selasa kemarin.

Karena pekerjaan diswakelolakan dan bukan ditender, negara dirugikan sekitar Rp500 juta. Bukan hanya Baktiar saja yang menikmatinya, tapi ada sejumlah orang juga keciprat fee. Dalam kasus ini, Hadi mengakui bahwa sangat kental dengan penerimaan dan bagi-bagi fee. 

"Baktiar menjabat dirut sejak 2010 hingga 2017. Yang kami fokus baru sebatas yang tahun 2015. Karena tahun ini banyak penyimpangan," kata Kajari.

Hadi menambahkan, baru Baktiar yang terpenuhi unsur dugaan korupsinya. Lagipula tersangka sudah mengakui sebagian yang dituduhkan jaksa.  

"Ini belum kelar. Tapi Baktiar adalah aktor utama. Kalau yang calon tersangka berikutnya segera kembalikan uang fee yang sudah diterima, bida jadi lepas. Karena yang utama kami kejar pengembalian uang negara," ujarnya.

Masih kata Hadi, yang dijeratkan Baktiar baru sebatas pengelolaan dana penyertaan modal saja. Belum ke kondisi fisik pekerjaan di lapangan. Kalau soal fisik, itu hal yang berbeda menurut Kajari Hadi Sulanto. 

"Belum ke fisik. Sebatas pengelolaan dananya saja dulu," tandasnya didampingi Kasipidsus Rinto Hasan. 

 

Editor: Syamsu Rizal