Tuesday, 21 November, 2017 - 07:19

Jalur Petapa-Toboli Segera Dibuka

Rivani Makarama. (Foto : Andi Sadam)

Parimo, Metrosulawesi.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo) kembali berencana melakukan pembebasan lahan untuk pembanguan ruas jalan Petapa-Toboli. Hal tersebut diungkapkan Kasubag Pertanahan Bagian Pemerintahan Umum (PUM) Setda Parimo, Rivani Makarama.

Kepada wartawan Rivani mengatakan, pembebasan lahan sepanjang  kurang lebih 7 kilometer dengan lebar 25 meter tersebut akan dilakukan tahun ini.

“2016 ini akan dilakukan kembali pembebasan lahan untuk pembangunan jalan baru dari Desa Petapa Kecamatan Parigi Tengah hingga Desa Toboli Kecamatan Parigi Utara,” kata Rivani, Senin (11/1/2016).

Ia mengatakan, untuk pengadaan tanah pembangunan jalur Petapa-Toboli, pihak PUM pada prinsipnya telah siap termaksud kesiapan anggaran.

Namun demikian Rivani mengatakan, untuk memulai tahapan pelaksanaan pengadaan tanah tersebut saat ini PUM masih menungggu dokumen perencanaan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) selaku dinas tekhnis yang berwenang menyiapkan kegiatan tersebut, termaksud diantaranya dokumen Amdal dan UKL/UPL.

“Jika belum ada dokumen perencanaan itu, Pemkab khususnya pihak PUM belum berani menindaklanjuti atau melakukan tahapan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pembangunan jalan tersebut dilakukan guna mengurai kemacetan di ruas jalur trans sulawesi—Toboli Parigi.

“Kita belajar dari pelaksanaan Sail Tomini beberapa waktu lalu, dimana arus lalu lintas sangat padat, bahkan menciptakan kemacetan kurang lebih sepanjang 5 kilometer. Kemacetan itu lantaran tidak adanya jalur alternatif di wilayah itu,” urai Rivani.

Katanya, kalau ruas alternatif ada, dipastikan tidak terjadi lagi  kemacetan di jalan nasional, khususnya di seputaran Kecamatan Parigi Tengah dan Parigi Utara.


Editor : Subandi Arya

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.