Sunday, 27 May, 2018 - 01:14

Jamaah Haji Wafat Bisa Digantikan Ahli Waris

Abdul Haris. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Seksi Sistem Informasi Haji, Kanwil Kemenag Sulteng Abdul Haris mengungkapkan tahun ini, keputusan Dirjen Penyelengara Haji dan Umrah Kemenag RI Nomor 148 Tahun 2018, jamaah haji yang wafat bisa digantikan oleh ahli warisnya. 

“Jamaah haji yang wafat digantikan oleh ahli waris, apabila nama jamaah haji itu sudah dipastikan berangkat tahun ini. Misalnya, nama calon jamaah haji sudah masuk estimasi pemberangkatan, kemudian sementara melakukan pengurusan berkas, itu jamaah tersebut meninggal, ini yang bisa digantikan oleh ahli waris,” jelas Haris di ruang kerjanya, Jumat pekan lalu. 

Haris mengatakan ahli waris yang mengantikan jamaah yang meninggal bisa berangkat tahun ini atau tahun depan.  

Sementara kata Haris, jamaah cadangan tetap ada, karena jamaah cadangan adalah antisipasi bagi jamaah yang gagal berangkat, gagal melunasi, serta wafat. Jika jamaah yang wafat tidak ada ahli warisnya, bisa digantikan oleh jamaah cadangan. 

“Prosedur pergantian jamaah wafat yakni ahli waris harus mengurus dokumen yang ditetapkan oleh Pengadilan bahwa yang bersangkutan adalah ahli waris. Kemudian melampirkan Surat Kematian asli, Surat Pelimpahan Nomor Porsi oleh ahli warisnya. Misalnya anak kadung, istri, suami atau menantu, ini semua harus ada penunjukannya,” katanya. 

Kata Haris, jamaah bisa digantikan oleh ahli waris sebelum masuk asrama haji. Jika telah masuk asrama haji kemudian jamaah tersebut meninggal, tidak bisa digantikan oleh ahli waris, begitupun jamaah yang meninggal di Arab Saudi.

“Kuota haji Sulteng sebanyak 2000 jamaah, yang terdiri dari jamaah haji reguler 1.986 ditambah Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) 14 orang,” ujarnya.

Haris mengungkapkan, hingga saat ini, calon jamaah haji telah melakukan tahap pelunasan sejak 16 April hingga 14 Mei 2018 berjumlah 1.986 jamaah, dan telah masuk dalam estimasi pemberangkatan tahun ini. 

Sementara Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumentasi Haji, H Arifin mengungkapkan hingga 19 April 2018, jamaah yang telah melakukan pelunasan sebanyak 877 orang atau 44,16 persen dari jumlah calon jamaah haji.

Untuk proses TPHD, kata Arifin, sementara menunggu proses rekruitmen dari Kantor Gubernur Provinsi Sulteng. 

“Hal-hal yang dilakukan Kemenag Sulteng saat ini adalah menunggu lembar bukti setoran pelunasan dari jamaah haji, untuk selanjutnya digabungkan dengan paspor, agar namanya dapat di upadate, untuk disesuaikan nama paspor dengan lembar bukti pelunasan,” jelasnya.

“Hingga saat ini, jamaah haji yangbelum melakukan pelunasan 1.109 orang, sekitar 50 persen. Olehnya kami mengimbau kepada seluruh jamaah agar segera melakukan pelunasan, karena waktu pelunasan hanya 15 hari kerja, atau hingga 4 Mei 2018 mendatang,” ujarnya.  

 

Editor: M Yusuf Bj