Wednesday, 26 April, 2017 - 16:20

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Janda di Palu Terus Bertambah

Hj Agustina Petta Nasse. (Foto : Rezkha Pontoh/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Jumlah istri yang menjadi janda di kota Palu terus meningkat dari tahun ke tahun, menyusul tingginya angka perceraian yang terjadi di Palu. Setiap bulannya, Pengadilan Agama kota Palu menyidangkan sebanyak 70 sampai 100 kasus perceraian.

Bagian Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama kota Palu, Hj. Agustina Petta Nasse, Senin (30/5/2016) mengaku, sejak  Januari hingga Mei  2016, angka perceraian terus mengalami peningkatan.

Ia menjelaskan, di tahun 2016 dari bulan Januari ada 102 kasus, Februari 75 kasus, Maret 80 kasus, April 61 kasus dan Mei sampai hari ini ada 70 pengajuan perceraian. Ironisnya, yang dominan mengajukan perceraian adalah pihak istri.

Ia melanjutkan, beberapa hal yang melatarbelakangi  perceraian itu ada tiga factor. Yang pertama karena masalah ekonomi, masalah orang ketiga (selingkuh) dan krisis akhlak, yaitu suami yang gemar mabuk dan berjudi.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.