Sunday, 25 June, 2017 - 20:27

Jasa Raharja Beri Santunan Keluarga Korban Lakalantas di Bunta Kurang dari 24 Jam

BERI SANTUNAN - PT Jasa Raharja mendatangi rumah korban kecelakaan lalu lintas di Desa Bhotokon, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Minggu, 13 Maret 2017. (Foto : Dok Jasa Raharja)

Palu, Metrosulawesi.com - PT Jasa Raharja kembali memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan lalu lintas, Erni Nur (35 tahun) di Desa Bhotokon, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Minggu, 13 Maret 2017.

Kecelakaan lalulintas yang merenggut nyawa korban itu terjadi pada Sabtu 11 Maret 2017, sekitar pukul 21.30 Wita.  Artinya, kurang dari 24 jam santunan sudah diberikan kepada ahli waris.

Kehadiran Jasa Raharja di tengah duka yang menyelimuti keluarga almarhumah Erni Nur di Desa Bhotokon, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai. Satunan itu diberikan kepada anak pertama korban bernama Miranda (17 tahun) selaku ahli waris korban.

Penanggung Jawab Jasa Raharja (PJJR) Kantor Pelayanan Jasa Raharja (KPJR) Luwuk Nano Sutikno, bergerak cepat mendatangi rumah ahli waris korban untuk segera membantu keluarga korban dalam pengurusan santunan Jasa Raharja begitu menerima informasi kecelakaan lalu lintas tersebut.

Respons cepat dan tanggap dilakukan sebagai wujud jiwa PRIME (Proaktif, Ikhlas, Ramah, dan Empati) dalam pelayanan kepada setiap korban kecelakaan Lalulintas, kapanpun dan dimanapun berada.

“Dengan pelayanan ‘Jemput bola’ Jasa Raharja membantu pengurusan santunan, sehingga santunan korban laka lantas dapat diterima oleh ahli waris korban yang sah sesegera mungkin,” pungkas Arditya, Humas Jasa Raharja Sulteng.

Perlu diketahui, setiap korban kecelakaan lalulintas jalan dan korban kecelakaan alat angkutan penumpang umum sesuai dengan UU No. 33 dan UU No. 34 tahun 1964 berhak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.

Untuk setiap korban meninggal dunia maka ahli waris yang sah berhak mendapatkan santunan sebesar Rp 25 juta. Jika mengalami luka-luka berhak mendapatkan penggantian biaya rawatan maksimal Rp 10 juta. Dan jika cacat tetap mendapatkan santunan cacat tetap maksimal sebesar Rp 25 Juta. 

Ardi juga mengatakan, “Dalam pengurusan santunan, Jasa Raharja tidak memungut biaya sepeserpun.” 


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.