Sunday, 22 October, 2017 - 12:20

Jasa Raharja Palu Bayar Klaim Kecelakaan Rp 14 Miliar

Kepala Cabang Jasa raharja Palu, Suratno. (Foto : Ist)

Periode Oktober 2014-2015

Palu, Metrosulawesi.com - Selama periode Oktober 2014-2015 PT Jasa Raharja cabang Palu telah membayar klaim kecelakaan sebesar Rp14,498 miliar. Santunan diserahkan kepada pihak korban kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang meninggal dunia, luka dan cacat tetap serta untuk biaya penguburan bagi korban meninggal dunia.

Sejak 2008, besaran santunan per korban meninggal dunia sebesar Rp 25 juta untuk kecelakaan darat, laut dan udara. Namun, untuk kecelakaan di udara hanya penerbangan nasional saja yang terjamin, sedangkan penerbangan internasional tidak.

Jasa Raharja mencatat klaim paling banyak dibayarkan pada Oktober 2014, yakni sebanyak 38 korban dengan kelompok usia 15-19 tahun dengan santunan Rp 322 juta.

Untuk proses pemberian santunan, Kepala Cabang PT Jasa raharja (Persero) Palu, Suratno menerangkan pihak Jasa Raharja telah membentuk tim. Ketika terjadi kecelakaan, pihaknya berhubungan dengan polisi dan rumah sakit untuk mendapatkan kejelasan informasi. Sementara itu, katanya, ada 3 hal yang perlu diketahui terlebih dahulu yaitu kasusnya, ahli warisnya, dan keberadaan korban.

Suratno juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Palu untuk melaporkan setiap kecelakaan lakalantas kepada polisi setempat. Hal itu memudahkan korban untuk mendapatkan santunan yang diberikan pihak Jasa Raharja.

Namun, kata Suratno tidak semua kecelakaan bisa mendapat jaminan dari jasa raharja. Kecelakaan yang tidak dijamin ialah yang bukan disebabkan kendaraan bermotor.

“Tidak semua kecelakaan dapat jaminan, kecelakaan yang tidak dijamin bukan disebabkan kendaraan bermotor, seperti transportasi menggunakan kuda, becak, dan lain lain,” jelasnya kepada Metrosulawesi, Rabu (4/11/2015).

Suratno juga menjelaskan bahwa Jasa Raharja menjamin korban yang mengalami tabrakan antara 2 kendaraan bermotor. Sedangkan, kecelakaan tunggal tidak terjamin oleh Undang-undang.

“Jika ia mengalami kecelakaan tunggal seperti menabrak pohon, jatuh, korban kendaraan roda 2 maupun empat tidak terjamin,” katanya.

Dikatakan Suratno, apabila terjadi lakalantas pihaknya akan menerima kesimpulan laporan dari polisi. Kesimpulan tersebut akan menetapkan siapa yang menjadi korban serta siapa yang diberikan santunan.

“Kalau ada kecelakaan maka polisi akan menyimpulkan siapa penyebabnya dan siapa korbannya setelah itu akan mudah ditetapkan yang akan terjamin,” terangnya.

Namun, kendala yang biasa dihadapi ialah korban yang tidak diketahui ahli warisnya.

“Korban meninggal akan diberikan santunan kepada ahli warisnya, jika ahli waris tidak ada akan dibayarkan biaya penguburan sebesar Rp 2 juta,” tuturnya.

Katanya, jika sudah jelas siapa ahli warisnya maka dalam waktu tidak sampai 1 jam santunan akan dikirim ke rekening ahli waris.

Kata Suratno, santunan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi yang menerima.

“Kami ingin ahli waris korban merasa aman, nyaman dan puas atas pelayanan Jasa Raharja,” tuturnya.


Editor : Tahmil Burhanudin Hasan

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.