Saturday, 25 November, 2017 - 11:36

Jasa Raharja Siapkan Rp550 Juta untuk UKM

BERI PENJELASAN - Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sulawesi Tengah Suratno (kiri) dan Kepala Unit PKBL Cabang PT Jasa Raharja Sulawesi Tengah Wahyudi Rahmadian memberikan penjelasan tentang PKBL di kantornya Jalan Kartini Palu, Kamis 10 Maret. (Foto : Metrosulawesi/Syamsu Rizal)

Palu, Metrosulawesi.com - Bagi Anda pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Sulawesi Tengah yang membutuhkan tambahan modal usaha, PT Jasa Raharja siap membantu. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menyiapkan Rp550 juta dengan jasa pinjaman hanya 6 persen per tahun.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sulawesi Tengah Suratno mengatakan, pinjaman modal usaha ini adalah bagian dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Jasa Raharja. Jasa Raharja sebagai salah satu BUMN memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang diwujudkan melalui PKBL sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor 9 Tahun 2015.

Dia menjelaskan, dana Rp550 juta yang disediakan tersebut diperuntukkan bagi pelaku UKM yang ingin mengembangkan usahanya. Pinjaman tambahan modal usaha ini, prinsipnya membantu pelaku UKM meningkatkan kapasitas agar menjadi tangguh dan mandiri.  Jika sudah dibina dengan baik melalui program PKBL ini, maka ke depan diharapkan sudah menjadi layak kredit.

Dijelaskan Suratno, tak hanya diberikan suntikan dana, sebagai binaan, penerima pinjaman modal nantinya akan diberikan penguatan seperti pemasaran dan pengelolaan keuangan.

“Jika lemah di pemasaran, maka Jasa Raharja akan membantu misalnya mengikutkan produknya dalam pameran. Kalau lemah di pengelolaan keuangan kita ikutkan pelatihan,” ujarnya.

Adapun beberapa persyaratan untuk memperoleh pinjaman ini di antaranya, memiliki usaha minimal satu tahun. Tidak berafiliasi dengan perusahaan induk dalam hal ini PT Jasa Raharja. Syarat lainnya, omzet paling banyak Rp2,5 miliar dan asetnya tak lebih dari Rp 500 juta.

“Bukan franchise dengan perusahaan asing,” jelas Suratno.

Syarat yang juga harus dipenuhi dalam memperoleh pinjaman modal usaha ini adalah penyiapkan agunan. Tidak seperti di bank dimana agunan bisa saja dilelang jika menunggak pembayaran.

“Barang yang bisa dititipkan agar (penerima pinjaman) ingat bahwa ada pinjaman di Jasa Raharja, sertifikat tanah atau BPKB kendaraan yang memadai dengan jumlah pinjaman dititipkan. Jadi, tujuannya bukan untuk dijual, bukan untuk dilelang,” tegas Suratno saat memberikan keterangan pers di kantornya, Kamis 10 Maret.

Suratno didampingi Kepala Unit PKBL Cabang PT Jasa Raharja Sulawesi Tengah Wahyudi Rahmadian dan Penanggung Jawab Pelayanan dan Humas Moh Afandi Lawido.

Adapun besaran dana pinjaman setiap UKM paling banyak Rp25 juta. Mengenai jumlah pinjaman, kata Suratno bukan serta merta berdasarkan keinginan calon penerima modal usaha, namun dilihat dari jenis usaha dan kemampuan keuangannya.

“Disurvei, kalau mampunya hanya Rp5 juta atau Rp 10 juta, maka yang diberikan hanya itu,” katanya.

Secara teknis, sistem pengembalian dana pinjaman juga bervariasi dan diikat dengan kontrak. Jika usahanya dianggap bisa menyetor setiap bulan, maka pembayaran dana pinjaman juga bulanan. Berbeda misalnya dengan sektor pertanian yang berpenghasilan pada saat panen saja, maka pembayaran pinjaman dilakukan setiap kali panen. Begitu juga dengan jangka waktu pengembalian dana pinjaman lunak itu bisa sampai tiga tahun.

Kepala Unit PKBL PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulawesi Tengah Wahyudi Rahmadian, menambahkan, tahun lalu telah disalurkan Rp 500 juta untuk program yang sama. Tahun ini mengalami sedikit peningkatan menjadi Rp 550 juta.

“Dari Rp550 juta untuk tahun 2016, baru Rp65 juta yang disalurkan kepada tujuh UKM,” kata Wahyudi Rahmadian.

Ada beberapa sektor usaha yang berpotensi mendapatkan bantuan dari PKBL PT Jasa Raharja. Wahyudi menyebutkan di antaranya sektor perdagangan, pertanian, perikanan, peternakan dan jasa.
Diharapkan dengan adanya bantuan usaha ini, sektor ekonomi kreatif dapat berkembang dengan baik di daerah ini. Program ini, kata Wahyudi terus disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya kepada pelaku UKM.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.