Saturday, 25 November, 2017 - 09:56

Jasa Raharja Sulteng Santuni Korban Lakalantas Rp50 Juta

Petugas Mobile Service Jasa Raharja Sulteng, M Iqbal Saleh saat melakukan survei ahli waris korban di Desa Kalora, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Minggu, 11 Juni 2017. (Foto : Humas JR Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.com - PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulteng kembali membayarkan santunan duka korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas). Lakalantas kali ini terjadi di jalan Penanda, Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, pada Jumat, 9 Juni 2017.

Kecelakaan bermula ketika sepeda motor honda revo yang dikendarai Saiful (18) menabrak mobil truck yang sedang parkir ditepi jalan. Akibat dari kecelakaan tersebut, Saiful mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Anutapura Palu. Namun korban akhirnya meninggal dunia setelah pulang dari rumah sakit, Sabtu, 10 Juni 2017.

Seperti sebelum-sebelumnya, budaya proaktif diwujudkan Petugas Mobile Service Jasa Raharja Sulteng, M Iqbal Saleh dengan langsung melakukan survei ahli waris korban di Desa Kalora, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi. Survei dilakukan di hari libur dan kondisi diguyur hujan pada Minggu, 11 Juni 2017.

Kepada ahli waris, Darmon, ayah kandung almarhum Saiful, santunan diberikan Rp50 juta yang akan dibayarkan pada hari ini, Senin, 12 Juni 2017.

Kepala Cabang Jasa Raharja Sulteng, Amiruddin Zein mengatakan pihaknya memiliki komitmen untuk terus mewujudkan budaya proaktif guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Budaya proaktif itu melekat dengan semangat PRIME yaitu Proaktif, Ramah, Ikhlas, Mudah dan Empati.

“Dengan PRIME memungkinkan Jasa Raharja lebih cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kata dia, bentuk dari budaya proaktif itu adalah jalinan kerja sama dengan Satlantas, rumah sakit, dinas kependudukan dan pencatatan sipil dan perbankan. Setiap hari, petugas mobile service melakukan kunjungan ke rumah sakit, dan unit laka lantas untuk memonitor  data kecelakaan. Jasa Raharja akan terus turun tangan untuk membantu masyarakat yang terlibat kecelakaan kendaraan bermotor.

“Selain itu, kami juga sangat terbantu dengan pemberitaan di media, utamanya soal kecelakaan yang langsung kami tindaklanjuti. Apabila belum membuat laporan kepolisian, akan kami sarankan untuk segera membuat karena itu jadi dasar tindakan kami,” tandas Amiruddin.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.