Thursday, 16 August, 2018 - 20:13

JCH Sulteng Selesai Umrah

JABAL RAHMAH - Ketua Kloter 7 Abdul Hamid Tiah bersama JCH saat haji Singgah sejenak di Jabal Rahmah sebelum ke pemotongan hewan untuk DAM. (Foto: Ist)

BATAL BERHAJI TAHUN INI:
  • Sunarti Sululi Mahmud Perempuan (P) usia 65 Touna Batal dari Daerah
  • Arpan Baharuddin Syuaib Laki-laki (L) usia 50 Tolitoli Batal di Embarkasi
  • Nuryati Eddy Rosang (P) usia 39 Tolitoli Batal di Embarkasi
  • Satia Sunusi Lawandreng (P) usia 70 Morut Batal di Embarkasi
  • Sunggu Buraera Mamala (P) usia 53 Sigi Batal dari Daerah
  • Rosmiati Dereng Kamase (P) usia 39 Palu Batal dari Daerah
  • Habi Laduruse Bonro (P) usia 52 Donggala Batal dari Daerah
  • Amarudin Lamalla Sufu (L) usia 49 Parimo Batal dari Daerah
  • Djadjiah Polim Makuta (P) usia 84 Donggala Batal di Embarkasi

Palu, Metrosulawesi.com - Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan (BPN) Abdul Hamid Tiah mengabarkan dari Mekkah, jamaah calon haji (CJH) Sulteng yang tergabung di Kloter 7 BPN dari 6 Kabupaten/Kota, yakni Palu, Poso, Banggai, Buol, Banggai Kepulauan, Morowali Utara dan Banggai Laut, pada Kamis, 9 Agustus 2018 telah selesai melaksanakan umrah.

“JCH BPN 7 Sulteng saat ini sudah selesai melakukan umrah dan sudah melakukan penyembelihan hewan (Dam). Saat ini para JCH tinggal melaksanakan salat wajib di Masjidil Haram, kemudian tawaf-tawaf sunnah,” kata Abdul Hamid melalui ponselnya, Kamis, 9 Agustus 2018.

Kata dia, keadaan jamaah yang berjumlah 447 orang ditambah 5 petugas, saat ini dalam kondisi aman terkendali atau sehat walafiat.

“Meskipun ada jamaah yang usia lanjut dan beresiko tinggi (resti) serta disertai penyakit berjumlah 228 orang, tetapi semua dapat dikendalikan dan dalam keadaan sehat walafiat untuk mengikuti ibadah haji,” ujarnya. 

Hamid mengatakan suhu di Mekkah pada siang hari mencapai 43 derajat dan ini cukup panas, bahkan saja airnya juga panas dan bisa dibikinkan kopi, yang jelas luar biasa panas.

“Karena airnya juga panas, sehingga orang tua sedikit takut-takut untuk mandi karena saking panasnya air yang dimandikan,” ungkapnya.

Mengenai jamaah tersesat, kata dia, memang ada beberapa jamaah tersesat, tetapi sudah ditemukan dan sudah kembali ke penginapan, sehingga untuk sementara ini aman dan terkendali.

Sementara JCH Kloter 9 BPN Sudarman mengabarkan, JCH kloter 9 BPN juga telah melaksanakan ibadah umrah. Sebelumnya pada Selasa kemarin Ketua Kloter 5 BPN Muhammad Isnaeni mengabarkan jamaah calon haji berasal dari Donggala sempat tersesat di pasar jafariyah, namun sudah ditemukan dan telah dibawa ke hotel kloter 5.

Terpisah, Kepala Seksi Dokumentasi dan Pendaftaran Haji, Kenwil Kemenag Sulteng H Arifin merilis, pada Selasa, 7 Agusutus 2018 JCH Sulteng yang tergabung dalam kloter BPN 5,6,7,8 dan 9 telah diberangkatkan ke tanah suci Makkah via Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah.

Kata dia, Kloter terakhir Sulteng (BPN-9) sejumlah 193 jemaah plus 1 petugas kloter (TPHI) merupakan kloter gabungan JCH Sulteng dan JCH Kaltim diberangkatkan dari Asrama Embarkasi Haji Balikpapan +- 22.30 Wita dan terjadwal ke Jeddah pada pukul 00.05 tanggal, 9 Agustus 2018 (dini hari) dan diperkirakan tiba di Jeddah pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (Was).

Total JCH Sulteng yang diberangkatkan adalah 1.980 dan 21 orang petugas dengan rincian, Kloter 5 berjumlah 451, Kloter 6 : 452, Kloter 7 : 452 , Kloter 8 : 452, Kloter 9 : 194.

“Salah seorang calon haji kloter BPN-8, yang sebelumnya dirawat di RSUD Anutapura  Palu bernama Djadjiah Polim Makuta, 84 Tahun, asal Kabupaten Donggala pada Selas kemarin telah diberangkatkan dari Asrama Haji Transit Palu ke Asrama Embarkasi Haji Balikpapan bergabung dengan kloter BPN-9, namun tidak diberangkatkan ke Jeddah atas permintaan keluarga. Permintaan keluarga tersebut diwakili oleh anak kandung beliau atas nama Sudarmi Polim dengan menandatangani surat pernyataan karena alasan orang tuanya tidak ada keluarga yang mendampingi,” jelasnya.

Arifin mengatakan kondisi Djadjiah Polim Makuta secara medis oleh KKP Embarkasi dinyatakan sehat, namun karena faktor usia, kekhawatirannya dan kekhawatiran anaknya, maka keluarga memutuskan untuk membatalkan keberangkatannya untuk berhaji tahun ini.

Adapun JCH batal atau ditunda berangkat tahun ini diantaranya adalah Sunarti Sululi Mahmud Perempuan (P) usia 65 Touna Batal Dari Daerah, Arpan Baharuddin Syuaib Laki-laku (L) 50 Tolitoli Batal Di Embarkasi, Nuryati Eddy Rosang P 39 Tolitoli Batal Di Embarkasi, Satia Sunusi Lawandreng P 70 Morut Batal Di Embarkasi, Sunggu Buraera Mamala P 53 Sigi Batal Dari Daerah, Rosmiati Dereng Kamase P 39 Palu Batal Dari Daerah, Habi Laduruse Bonro P 52 Donggala Batal Dari Daerah, Amarudin Lamalla Sufu L 49 Parimo Batal Dari Daerah, Djadjiah Polim Makuta P 84 Donggala Batal Di Embarkasi.


Editor: Udin Salim

Tags: