Thursday, 16 August, 2018 - 20:15

Jelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban Naik 25%

Hewan ternak yang dijual untuk Idul Qurban. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 22 Agustus mendatang, harga hewan kurban yang diperjualkan mengalami kenaikan hingga 25 persen.

Salah satu penjual hewan kurban di jalan Pipa Air Kelurarahan Donggala Kodi, Nelson Datu Abdul Rahim mengungkapkan bahwa tingginya harga sapi kurban berkisar antara  Rp11,5 sampai Rp12 juta per ekor untuk jenis sapi biasa. Sedangkan, untuk jenis sapi kurban yang lebih besar di tahun 2017 lalu berkisar Rp 21 juta per ekor, sekarang mengalami kenaikan menjadi Rp26 juta sampai Rp27 juta.

"Tahun kemarin berbeda dengan tahun ini harganya dulu masih berkisar sepuluh juta rupiah. Begitu juga dengan harga kambing tahun kemarin masih dapat Rp2,7 sekarang Rp3,5 sampai Rp3,7 juta per ekor. Jadi harga hewan kurban makin tinggi," ungkapnya, Kamis (9/8).

Sementara kondisi hewan kurban yang di perjual belikan di pasar tersebut sangat baik dan sehat. Selain itu, menurutnya sangat jarang hewan jenis sapi terkena penyakit antrax.

"Kalau saya lihat di sini sangat jarang hewan sapi terkena penyakit Antrax karena sebelum kami ambil petugas dari dinas terkait langsung memberikan vaksin kepada sapi yang akan dijual," katanya.

Sedangkan, model transaksi penjualan yang mereka lakukan berbeda - beda tergantung kondisi pedagang atau saudagarnya yang menjual hewan sapi ternaknya.

"Masing -masing kalau untuk transaksi penjual sapi ternak tergantung kelompok dan individu yang menjual di sini. Seperti saya sendiri langsung bayar cash nanti kami antarkan sapinya sebelum di kurban pada hari lebaran maupun sebelum lebaran," ujarnya.

Lanjut dia, jumlah sapi ternak yang dijual di pasar tersebut untuk hari raya sekitar 40 sampai 50 ekor. Sedangkan, kambing maupun domba berjumlah 50 sampai 100 ekor dan rata-rata harganya juga ikut naik.

"Kita tidak lagi repot menawarkan harga sapi kepada pembeli. Sekarang ini kan sudah serba canggih alat komunikasinya, jadi tinggal foto lalu sebarkan di media sosial. Nanti tinggal mereka tunjukan alamatnya lalu kami langsung antar dan terima uangya di tempat," pungkasnya.


Editor: Pataruddin

Tags: