Thursday, 16 August, 2018 - 20:03

Jononunu, Desa Pertama yang Bangun Perpustakaan

MULAI DIBANGUN - Sekretaris Badan Perpustakaan Daerah (Bapursada) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Minhar Rabuna melakukan peletakan batu pertama pembangunan perpustakaan di Desa Jononunu Kecamatan Parigi Tengah, Senin 6 Agusutus 2018. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)

Gunakan Dana Desa, Perpustakaan Nasional Sumbang 1.000 Buku

Parimo, Metrosulawesi.com – Jononu mencatat sejarah. Inilah desa yang pertama di Parigi Moutong membangun perpustakaan. Senin 6 Agusutus 2018, telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung perpustakaan tersebut.

Sekretaris Badan Perpustakaan Daerah (Bapursada) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Minhar Rabuna melakukan peletakan batu pertama pembangunan perpustakaan di Desa Jononunu Kecamatan Parigi Tengah, Senin 6 Agusutus 2018.

Menurut Minhar, pembangunan perpustakaan di desa tersebut merupakan program nasional yang dicanangkan oleh pemerintah. Diharapkan pada pemerintah desa membuat perpustakaan desa yang didanai oleh dana desa (DD).

Kades Jononunu adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Perpustakaan Daerah.  

“Saat ini menjabat Kades Jononunu, sehingga mungkin itu salah satu yang menjadi motivasinya untuk dirinya melakukan pembangunan perpustakaan Desa Jononunu ini,” ucap Minhar kepada Metrosulawesi usai peletakan batu pertama, perpustakaan di Desa Jononunu, Senin 6 Agustus 2018.

Dia mengatakan, pembangunan perpustakaan desa tersebut baru Desa Jononunu yang pertama kali membangun perpustakaan desa di Parimo. Dia berharap agar di setiap desa di Parimo, membangun perpustakaan di desanya masing masing, agar masyarakat bisa dekat untuk membaca di perpustakaan yang ada di desa serta bisa mencerdaskan masyarakat. Menurutnya ini merupakan terobosan pemerintah untuk mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat.

“Buku-buku yang ada di perpustakaan ini, setiap 6 bulan dievaluasi untuk bisa diganti dan ditambah lagi, agar masyarakat tidak bosan untuk membaca di perpustakaan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu Kades Jononunu, Udin mengatakan, pembangunan perpustakaan di desanya tersebut merupakan hasil musyawarah dengan masyarakat. Pembangunan perpustakaan tersebut bersumber dari dana desa (DD). Pihaknya juga mendapat bantuan buku dari Perpustakaan Nasional sebanyak 1.000 examplar buku serta dua unit rak buku.

“Nantinya jika ke depannya perpustakaan desa ini akan berkembang maka akan ada lagi bantuan dari kepala perpustakaan pusat, yang akan memberikan armada keliling untuk perpustakaan,” kata Udin.

Dia mengatakan, tugas berat ke depan adalah fasilitas yang ada tidak mubazir.  Karena itu, salah satunya menarik daya minat baca masyarakat, terutama dari koleksi buku. 

“Yang pertama itu kita harus memperbanyak koleksi, kemudian sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu melihat dari sektornya, karena masyarakat Jononunu ini sebagian besar petani, jadi otomatis yang kami siapkan yakni koleksi buku yang berhubungan dengan pekerjaan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, dan untuk pelajar pihaknya juga akan memacu agar peserta didik yang ada di Desa Jononunu khususnya untuk peserta didik yang ada di wilayah Parigi Tengah untuk menuju ke perpustakaan yang ada di Jononunu. 

“Intinya kami akan berupaya untuk menambah koleksi sejak sekarang sampai ke depannya nanti. Kami selaku pemerintah desa optimis, karena apa, sebelum ada bangunan yang kami siapkan setelah turunnya bantuan dari perpustakaan minat baca masyarakat itu sudah mulai timbul untuk membaca buku-buku yang sudah ada kami siapkan di kantor Desa Jononunu,” tuturnya.  

 

Editor: Syamsu Rizal