Saturday, 19 August, 2017 - 13:25

JR Bayarkan Rp1,2 M Santunan Musibah Mudik

Kepala Cabang Jasa Raharja Sulteng Amiruddin Zein didampingi Kepala Operasional Alwin Bahar dan Petugas Mobile Service M Ikbal Saleh memberikan keterangan pers di Kantornya, Rabu, 5 Juli 2017. (Foto : Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulawesi Tengah membayarkan santunan musibah mudik tahun 2017 di daerah itu mencapai Rp1,2 miliar lebih. Hal ini diungkapkan Kepala Cabang (Kacab) Jasa Raharja (JR) Sulteng, Amiruddin Zein di Kantornya, Rabu, 5 Juli 2017.

“Santunan itu sudah kami bayarkan semua pada tanggal 4 Juli 2017 sesuai ketentuan batas akhir pelunasan musibah mudik yang ditetapkan Jasa Raharja,” ujarnya.

Dia menerangkan, santunan miliaran musibah mudik tersebut merupakan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) darat di wilayah Sulawesi Tengah yang terjadi dalam kurun H-7 hingga H+7 Lebaran Idul Fitri 1438 H. Sementara untuk korban luka-luka belum dibayarkan karena masih sementara proses perawatan di berbagai rumah sakit.

“Kami tinggal menunggu tagihan dari rumah sakit untuk biaya perawatan korban luka-luka karena Jasa Raharja sudah menerbitkan guarantee letter atau jaminan biaya perawatan mereka,” tutur Amiruddin.

Kata Kacab, secara persentase jumlah korban Lakalantas dalam momentum mudik lebaran tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya di momen yang sama.

Namun mengacu dari nominal santunan yang dibayarkan tahun ini mengalami peningkatan mencapai 179 persen. Sebab, pada tahun 2016 di momen lebaran pihaknya hanya membayar total santunan musibah mudik sebesar Rp700 juta lebih.

“Kenapa besar sementara jumlah korban Lakalantas menurun? Itu karena per 1 Juni 2017 ada kenaikan nominal santunan bagi korban Lakalantas,” jelasnya.

Menurut Kacab, penurunan jumlah Lakalantas tidak terlepas dari peran berbagai sektor, salah satunya Jasa Raharja yang tergabung dalam pengamanan (PAM) mudik lebaran tahun 2017.

Melalui PAM 2017 berbagai layanan didapatkan para pemudik secara gratis seperti pemeriksaan kesehatan. Selain itu, PAM mudik juga mendirikan posko dibeberapa titik di daerah-daerah rawan longsor yang dilalui pemudik.

Seperti diketahui, per 1 Juni 2017 besaran santunan bagi korban kecelakaan yang diberikan PT Jasa Raharja berdasarkan dua peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 15/PMK.10/2017 dan Nomor 16/PMK.10/2017.

Menurut dua peraturan tersebut, santunan untuk korban meninggal dunia adalah Rp50 juta, cacat tetap maksimal Rp50 juta, perawatan maksimal Rp20 juta.

Sedangkan penggantian biaya penguburan bagi yang tidak memiliki ahli waris adalah Rp4 juta, penggantian biaya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) Rp1 juta dan penggantian biaya ambulans Rp500 ribu.


Editor : M Yusuf Bj

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.