Friday, 20 April, 2018 - 22:31

Juli-September, Turis Eropa Banjiri Togean

Taman Laut Kepulauan Togean. (Foto: Dok Indonesia Travel)

Touna, Metrosulawesi.com - Setiap tahun Kepulauan Togean diserbu para pelancong. Khususnya wisatawan dari luar negeri, puncak kunjungan mereka di bulan Juli hingga September. Sebab di bulan itu merupakan momen liburan di negeri mereka.

“Di waktu (Juli-September) itu padat sekali. Ribuan turis mancanegara datang ke Togean. Saking banyaknya, resort  dan hotel-hotel serta penginapan, tidak bisa lagi menampung mereka," kata Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sulteng, Abd Haris Balango, di Ampana belum lama ini.

Malah, jauh hari sebelum mereka datang, para wisman sudah booking tempat nginap. Ada yang hanya berdua, ada juga sekeluarga empat hingga enam orang. Bookingan wisatawan lokal biasanya tidak terlayani di bulan-bulan Juli hingga September.

"Kalau kunjungan ke Togean full, wisman biasanya diarahkan ke Kabupaten Banggai Laut dan Bangkep," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Ais ini mengakui, wisman yang paling banyak memilih ke Togean, dominan dari negara-nagara di Eropa dan Amerika. Karena wisman dari dua benua ini lebih suka dengan wisata air. Diving dan snorkeling sangat mereka favoritkan.

Kemudian, secara privasi mereka cocok dengan masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una. Suka berbaur dengan masyarakat, serta menikmati kebersamaan dengan familily-nya di banyak waktu.

"Mereka senang di Togean, karena merasa nyaman. Tipe wisman dari negara-negara Eropa dan Amerika memang cenderung demikian,"cerita Ais yang juga memiliki beberapa unit resort di Togean ini.

Olehnya ke depan, dia menyarankan butuh political will yang tinggi dari pemda setempat dalam memperhatikan sektor pariwisata. Semua yang masih perlu dibenahi dan disupport di sektor pariwisata, lakukan segera mungkin. Mulai dari kesiapan fasilitas, SDM, hingga terjaganya spot atau objek yang dikunjungi wisatawan, mesti diperhatikan.

"Intinya pelayanan yang memadai serta kesiapan daerah kita dalam menerima tamu yang datang. Dan yang tak kalah penting, mendorong masyarakat sadar wisata harus dilakukan secepatnya di Touna," saran Ais.


Editor: Syamsu Rizal

Tags: