Thursday, 20 September, 2018 - 03:09

Jurusan Perkantoran SMKN 2 Palu Paling Diminati

Ramli. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah usai dilaksanakan. Belum lama ini sejumlah SMK telah mengumumkan peserta didik baru yang diterima. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 2 Palu, Ramli mengungkapkan tahun ini pendaftar di sekolahnya mencapai 1.353 orang, namun yang diterima hanya 432 siswa, karena menyesuaikan kuota atau daya tampung yang tersedia.  

“Tahun ini jurusan yang masih sangat diminati oleh masyarakat adalah jurusan Administrasi Perkantoran (AP). Hal ini seperti tahun-tahun sebelumnya, dari data yang ada, siswa yang mendaftar di Jurusan Perkantoran mencapai 496 pendaftar. Hal ini menunjukan bahwa jurusan ini masih sangat diminati oleh masyarakat Kota Palu, khususnya Sulawesi Tengah,” kata Ramli, Selasa, 3 Juli 2018. 

Sementara kata dia, untuk jurusan lain yang juga banyak peminat  adalah Akuntansi, mencapai 303 orang pendaftar, disusul jurusan Multimedia, 291 orang pendaftar, jurusan Pemasaran, 97 orang pendaftar, Jurusan Pertelevisian 82 orang pendaftar, jurusan Animasi, 34 orang pendaftar, dan jurusan Keperawatan Gigi, 50 orang pendaftar. 

“Hari ini (kemarin-red) para siswa baru diinstruksikan melakukan pendaftaran ulang. Bagi namanya yang lulus, pendaftaran ulang diberi waktu selama tiga hari, sejak pukul 09.00 hingga14.00 Wita,” katanya. 

Sementara itu, kata Ramli, pelaksanaan pra Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) akan digelar pada 7 Juli 2018, dilanjutkan  masuk sekolah 9-11 Juli, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Pesantren Kilat pada 12-13 Juli 2018. 

Normalnya kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah,  kata dia, sesudah pelaksanaan pesantren kilat, yang dilaksanakan pada Senin 16 Juli 2018.

“Setelah kami umumkan peserta didik yang lulus hari ini (kemarin), belum ada orang tua siswa yang protes. Saya masih menunggu hingga saat ini siapa saja yang protes, karena kami mengumumkan transparansi. Saya sudah sampaikan jauh sebelumnya, bahwa SMKN 2 Palu pasti kelebihan kuota yang akan diterima, dan itu dibenarkan melalui tes. Salah satu tes yang dilakukan adalah wawancara,” katanya.  

Dia menjelaskan bahwa siswa yang masuk peringkat ketiga pada tes tersebut, tidak bisa diterima di SMKN 2 Palu, kecuali ada siswa lainnya yang tidak mendaftar ulang, maka peringkat tiga ini bisa masuk.

“Dalam satu kelas diisi maksimal 36 siswa. Olehnya jika ada siswa yang tidak mendaftar ulang dinyatakan gugur. Sehingga siswa lainnya yang tidak dinyatakan lulus tetapi mau masuk di SMKN 2 Palu masih ada harapan untuk diterima,” ungkapnya. 

Ramli berharap, siswa baru yang akan menempuh pendidikan di SMKN 2 Palu,  dapat belajar dengan baik, sehingga apa yang diinginkan ketika lulus dari SMK dapat tercapai, menciptakan lapangan kerja, bukan untuk menjadi pengangguran.

 

Editor: M Yusuf Bj