Sunday, 25 February, 2018 - 01:48

Kacab BCA Finance Palu Dipolisikan

Riswanto Lasdin. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Cabang (Kacab) BCA Finance dilaporkan ke Polda Sulteng oleh Kuasa Hukum, Herianto Saida (debitur). Pasalnya, pihak BCA Finance Palu melakukan penarikan unit mobil milik Herianto Saido tampa diawali dengan adanya teguran, dan penarikan itu tidak diketahui oleh debitur.

Hal tersebut diungkapkan oleh Riswanto Lasdin selaku Kuasa Hukum Herianto Saida kepada Metrosulawesi, Selasa, 5 Desember.

Riswanto Lasdin yang juga sebagai ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sulteng mengatakan, pihaknya sudah melaporkan Kacab BCA Finance Palu dengan nomor laporan 339/IX/2017/SPKT tertanggal 12 September 2017. Pascah laporan itu, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan penyidik yang menangani laporan tersebut.

Perkembangan laporan tersebut selalu disampaikan oleh penyidik kepada pihaknya, dan informasi terakhir dari penyidik bahwa pihak penyidik sudah dua kali melayangkan panggilan kepada Kecab BCA Finance Palu dan dalam surat panggilan itu diminta agar membawa dokumen kredit. Namun yang bersangkutan tidak mengindahkan panggilan penyidik.
 
"Olehnya, kami minta penyidik agar  segera mengambil tindakan sepatutnya bila pihak BCA Finance Cabang Palu memiliki iktikad menghindari  proses hukum yang sedang berjalan. Harus mengambil tindakan tegas," imbuhnya.

Riswanto menuturkan, penarikan mobil itu terjadi pada tanggal 29 Maret 2016. Nah, debitur sudah mengaduh ke Polda Sulteng. Tetapi tidak ada solusi. Sehingga, akhirnya Herianto Saida memberikan kuasa kepadanya untuk melapor secara resmi ke Polda Sulteng. Sehingga, 12 September, pihaknya buat laporan resmi terkait dengan penarikan unit mobil milik debitur Herianto yang dilakukan secara semena-mena oleh pihak BCA Finance Cabang Palu.

Dasar laporannya kata Riswanto,  karena saat dilakukan penarikan tidak diawali dengan adanya teguran dari pihak leasing dan juga tanpa sepengetahuan debitur. Unit yang dimaksud itu sudah dilelang oleh pihak BCA finance tanpa ada pemberitahuan kepada pihak debitur.

"Hasil lelang itu  diduga masih ada sisa uang yang seharusnya dikembalikan kepada debitur dalam hal ini konsumen," ujarnya.

Riswanto menegaskan, bahwa pihak BCA Finance dalam perjanjian ini patut diduga tidak memiliki sertifikat fidusia karena sejak tanda tangan perjanjian kredit sampai dengan unit ditarik kembali oleh pihak leasing, debitur tidak pernah menerima copian salinan kontrak perjanjian yang salah satunya adalah dokumen fidusia. Dasar kedua sehingga pihaknya  mengajukan laporan ke polisi.

“Sebelum melapor ke Polda Sulteng, kami sudah layangkan somasi kepada pihak BCA finance untuk menyelesailan perkara ini secara damai. Namun pihak BCA finance tidak memiliki etikad baik dalam menyelesailan masalah ini. Sehingga, kami pun langsung buat laporan resmi,” kata Riswanto.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.