Friday, 20 July, 2018 - 17:02

Kades Demo DPKAD Morowali

TAK BERTEMU KADIS - Sejumlah kepala desa menemui langsung salah satu pegawai DPKAD Morowali, Rabu 6 Juni. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Morowali, Metrosulawesi.com - Lagi-lagi kantor Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Morowali didatangi oleh massa. Kali ini,sejumlah kepala desa di Morowali, meminta kejelasan pembayaran ADD dijanjikan pemerintah setempat.

Untuk menyampaikan keluhannya para kepala desa bermaksud menemui kepala Dinas. Massa kepala desa datang mempertanyakan penyebab Pemerintah setempat menunda-nunda pembayaran ADD kepada desa.

"Kalau hanya alasan tidak ada uang itu tidak masuk akal. Alasannya, karena Pemerintahan Morowali, masih berjalan seperti biasa," ujar seorang kepala desa kepegawai kantor, Rabu 6 Juni 2018.

Tak hanya itu, kepala desa berjanji akan datang dengan jumlah banyak lagi untuk menduduki kantor dinas. Sebab, masalah kesabaran memiliki batas waktu dan  yang menjadi tuntutan, kewajiban dari pemerintah untuk menyelesaikannya.

"Dimana kepala Dinas, kami minta supaya dia dihubungi agar bisa datang di kantor ini," seru kepala desa.

Para kepala desa mengaku Pemerintah setempat menunda pembayarkan ADD selama 6 bulan. Pemerintah menjanjikan belum dapat membayarkan semuannya, dan hanya akan menyanggupi tiga bulan saja pembayaran.

"Kami memiliki tanggungjawab di desa dan semua itu sudah kami lakukan. Kalau hanya janji-janji,kami ini bukan anak kecil lagu untuk dijanji-janji. Hari ini sampai Jumat, waktu yang kami berikan kepada Pemerintah," sebut kepala desa.

Pada kesempatan itu, tampak para kepala desa ada yang tidak puas,hal itu disebabkan karena tidak hadirnya kepala Dinas kantor,untuk menjelaskan berbagai permasalahan yang dikemukakan kepala desa agar bisa diketahui jawabannya.

Tak menunggu lama beberapa saat setelah berdialog diruangan dengan seorang pegawai kantor,semua kepala desa yang hadir satu persatu keluar meninggalkan ruangan.Dan ada kepala desa menyebutkan tuntunan mereka sudah menemukan titik terang.    


Editor: Udin Salim