Monday, 23 July, 2018 - 23:59

Kadis Akui Ujian Nasional Terkendala Sarana

Irwan Lahace. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah Irwan Lahace mengakui, sejumlah sekolah masih terkendala sarana komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018. Meski demikian, dia menyatakan SMA/ SMK di provinsi ini siap melaksanakan program nasional tersebut.

“Seratus persen SMA dan SMK (di Sulteng) ujian nasional. Kita memang infrastruktur belum lengkap atau belum sempurna. Tapi, kita siasati dengan pinjam kompter anak-anak (siswa), server juga sudah diantisipasi,” kata Irwan Lahace kepada Metrosulawesi di kantornya, Jumat 2 Maret 2018.

Dia mengatakan, pihaknya fokus membenahi server agar bisa terhubung dengan baik pada saat ujian berlangsung. Mengenai jumlah komputer, dia mengakui masih kekurangan. 

“Server dulu yang dibenahi karena untuk kompter banyak siswa yang memiliki laptop,” ujar Irwan Lahace.

Pihaknya juga sudah melaporkan ke pemerintah pusat bahwa Sulawesi Tengah siap 100 persen melaksakan UNBK, khususnya pada jenjang SMA dan SMK. Menurutnya, banyak keunggulan jika ujian nasional berbasis komputer dibandingkan kertas.

Pertama, mengantisipasi kemungkinan soal ujian bocor ke siswa sebelum ujian.

“Kasian guru-guru (menjadi sasaran) kalau soal bocor. UNBK ini untuk eliminer masalah itu,” jelasnya.

Selain itu, UNBK dapat menekan beban anggaran negara yang cukup besa. Jika menggunakan ujian kertas, maka soal dan lembar jawaban harus dikawal oleh petugas, biaya cetak dan distribusi juga mahal. Berbeda dengan UNBK yang bisa menghemat APBN dan APBD sampai 50 persen.

“Ini proyek besar,” kata Irwan Lahace, mantan Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah (BPADD) Sulteng.

Oleh karena itu, pada pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu, Sulawesi Tengah langsung menyatakan mendukung UNBK dan siap melaksanakan, khususnya untuk SMA/ SMK. (del/zal)