Thursday, 27 April, 2017 - 00:00

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Kadis Dikbud Minta Pergub Sulteng Dipahami Utuh

Irwan Lahace. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulteng Irwan Lahace meminta masyarakat, legislator dan semua pihak terkait agar membaca dan memahami esensi Peraturan Gubernur (Pergub) Sulawesi Tengah Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada SMA, SMK dan SLB.

“Munculnya berbagai pendapat dari masyarakat tentang Pergub tersebut, khususnya anggota legislatif yang terhormat dibeberapa media massa akhir-akhir ini, perlu kiranya kami klarifikasi bahwa lahirnya Pergub sebagai solusi ketidakberdayaan anggaran pembiayaan dibidang pendidikan akibat berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah,” ujar Kadis Irwan didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMK Hatija Yahya dan Syaiful Bahri salah satu tim tehnis perancang Pergub di Kantornya, Kamis, 6 April 2017.

Menurut Irwan, pihaknya dalam merancang Pergub itu telah berdasarkan pertimbangan yang jelas dengan melibatkan berbagai stakeholder. Ini berawal dari rapat dengar pendapat antara perwakilan guru, perwakilan SMA, SMK dan SLB serta ketua dan anggota Komisi IV DPRD Sulteng pada 17 Januari 2017 lalu.

“Saat itu terungkap berbagai permasalahan, khususnya akan dirumahkannya guru honorer SMA, SMK dan SLB di Sulawesi Tengah akibat tidak adanya pembiayaan yang  tersedia di APBD Provinsi Sulteng,” terang mantan Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah itu.

“Jadi pemahaman terhadap Pergub ini haruslah utuh dan tidak parsial, karena antara pasal dan ayat serta lampiran adalah bagian satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” tambahnya.

Hal itu karena menurut Irwan jadi polemiknya Pergub akibat beberapa pihak hanya membaca lampiran Pergub, tanpa memahami tujuan dan peruntukan atau manfaat pungutan yang tertuang jelas pada pasal dan ayat Pergub.

“Keinginan dan harapan besar pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ingin hadir dan membebaskan seluruh masyarakat dari biaya operasional pendidikan, namun apa daya, keterbatasan dan kemampuan keuangan daerahlah sehingga lahir Pergub Nomor 10 Tahun 2017,” kata Irwan.

Sebagaimana amanat Pergub kata dia, agar masyarakat ikut bersama-sama menanggung beban pendidikan yang dijamin oleh Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.

Sementara terkait adanya kebijakan/program dibeberapa pemerintah kabupaten/kota setempat yang ingin membebaskan siswa dari pungutan, Irwan menyatakan sah-sah saja namun dengan catatan pemerintah kabupaten/kota terkait memberikan dana hibah ke pemerintah provinsi untuk menambah kekurangan anggaran biaya operasional pada SMA, SMK dan SLB.

“Seperti pemerintah Kabupaten Buol, Morowali dan Kota Palu yang ingin membebaskan siswa dari pungutan boleh saja, tapi pemerintah terkait harus memberikan dana transfer ke provinsi berupa hibah untuk memenuhi kekurangan biaya operasional tadi. Jadi dengan begitu siswanya otomatis tidak akan dibebankan biaya pungutan sebagaimana yang tertuang di Pergub. Karena kita tidak melarang pendidikan gratis. Intinya Pergub ini bukan untuk mengadu antara kebijakan gubernur dengan para bupati atau walikota,” pungkas Irwan Lahace.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.