Monday, 23 April, 2018 - 13:38

Kadis Geram, Kepsek Pungli Bantuan Siswa Miskin

Mudin Sahata, SP. (Foto: Abdullah M Aimang/ Metrosulawesi)

Bangkep, Metrosulawesi.com - Kasus dugaan pungutan liar (pungli) bantuan untuk puluhan siswa miskin (BSM) di SDN 2 Inpres Kalumbatan kembali terjadi. Kali ini, pelakunya masih didalangi oleh oknum yang sama.

Kondisi itu membuat Plt Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kabupaten Banggai kepulauan (Bangkep) Mudin Sahata geram. Pasalnya, pada tahun lalu, kasus pungutan liar itu juga pernah dilakukan Kepsek SDN 2 Inpres Kalumbatan, Djurais.

Mudin menegaskan, kasus tersebut tidak boleh ditoleransi. Sebab itu akan mencoreng wajah dunia pendidikan di Bangkep.

“Saya akan memberikan sanksi tegas. Karena orang dengan model begitu sangat tidak layak menjadi kepala sekolah,” tegasnya, saat ditemui Rabu, 7 Maret 2018 di ruang kerjanya.

Menurut Mudin yang notebanenya adalah asisten II di Sekertariat Daerah ini, pungutan dana bantuan miskin para siswa di sekolah dasar tersebut harus dikembalikan kepada siswa yang bersangkutan.

“Saya sudah minta ke kepala sekolahnya agar uang itu dikembalikan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak dikembalikan,” tegasnya.

Ditanya berapa lama tenggang waktu yang diberikan kepsek untuk bisa mengembalian dana yang dipunglinya itu, Mudin menjawab satu bulan ke depan.

“Jika tidak, maka sudah jelas sanksi apa yang akan diterima kepseknya, entah digeser atau di-nonjob dari jabatannya,” terangnya.

Informasi lain yang diperoleh koran ini, Kepsek Djurais, dikabarkan sempat berdalih dan mengaku uang itu hilang di masjid, saat sejumlah pejabat di dinas terkait menemuinya di sekolah.

“Setelah dia mengaku uang itu hilang di masjid, dari situlah kami sudah mulai ragu,” ungkap Kabid Dikdas Dikbud Bangkep, Baharuddin Saidia, S.Pd M.Pd yang juga ikut mendampingi Mudin di ruangannya.

Di sisi lain, Bahar juga mengaku sudah melayangkan surat resmi dan panggilan menghadap ke dinas sebanyak lima kali.

“Bayangkan sudah lima kali kami panggil. Tapi dia tidak pernah datang ke kantor,” tutupnya.

Sementara itu, kepsek yang bersangkutan saat dimintai penjelasan mengakui, bahwa "Dana tersebut sudah terpakai untuk kepentingan anak saya untuk biaya kuliah”, dan berjanji akan mengganti dana itu sesuai dengan perjanjian yang dibuat.

 
Editor: Syamsu Rizal