Monday, 23 July, 2018 - 23:54

Kadis Pariwisata Sigi Pilih Pensiun Dini, Gabung di Nasdem

GABUNG NASDEM - Dewi Abdullah (kanan) saat jumpa pers di kantor DPW Garda Wanita Malahayati Sulteng, Kamis 29 September 2016. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Tekad seorang Dewi Abdullah untuk terjun ke dunia politik sudah bulat. Dia rela melepaskan jabatannya sebagai kepala Dinas Pariwisata Sigi, dan memilih pensiun dini untuk kemudian bergabung di Partai Nasdem.

Bergabungnya wanita berumur 50-an tahun itu ke Nasdem disampaikannya dalam jumpa pers di kantor DPW Garda Wanita Malahayati Sulteng, Kamis 29 September.

Dewi yang selama 35 tahun bergelut di dunia  Aperatur Sipil Negara (ASN) memutuskan bergabung di arus besar Restorasi Garnita Malahayati Partai Nasdem.

Penerimaan Dewi Abdulah tersebut disaksikan langsung oleh Sekjend Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garnita Malahayati, Rumyati.

Dewi mengatakan, dalam menentukan sikap untuk bergabung di Partai Nasdem, adalah sikap yang baik untuk memperbaiki persoalan perempuan yang berada di wilayah Sulteng.

“Saya bergabung di Granita Nasdem Sulteng, untuk menjalankan tugas saya sesuai dengan visi misi Garanita Malahyati Nasdem Sulteng, untuk membantu perkembangan daerah Sulteng kedepannya,” paparnya.
 
Memilih pensiun dini dan bergabung di Granita kata Dewi, karena tertarik dengan sebuah manajeman pengelolaan yang modern. Harapannya, dia bisa membangun perempuan yang berada di Sulteng untuk mendapatkan haknya sebagai wanita.

”Perempuan di Sulteng sudah berkualitas, tinggal dibutuhkan kematangan lagi untuk lebih berkualitas,” katanya.

Dewi menegaskan, pihaknya tidak memiliki persoalan internal di pemerintahan. Bupati dan Wakil Bupati Sigi telah menyetujui keinginannya untuk pensiun dini.

“Saya tidak melanggar apapun di aturan ASN. Saya ingin lebih cepat melakukan hal ini, untuk berada di sayap partai Nasdem, karena saya menilai bahwa masih banyak Masyarakat yang menginginkan untuk menjadi pejabat eslon dua. Jadi saya membuka hati untuk pensiun dan memberikan peluang kepada yang muda untuk menjadi pejabat eslon dua,” tegasnya.

Masih menjabat sebagai Kadis Pariwisata di Kabupaten Sigi, Dewi menjelaskan, tidak mudah untuk melakukan pensiun dini. Apalagi masih banyak dokumen yang harus dilengkapinya agar SK pensiun tersebut dikeluarkan.

“Setelah saya mengundurkan diri, saya masih melakukan beberapa tahapan. Wajib melengkapi dokumen yang masih saya ajukan. Olehnya saya masih masuk kantor, sebab SK pensiun saya belum ada. Akan tetapi saya mempersilakan kepada bupati untuk mengambil sikap apapun untuk apa saja, yang terbaik,” ungkapnya.

Sekjen Garnita Nasdem Rumyati, memberikan apresiasi sikap Dewi yang telah bergabung di sayap Partai Nasdem Sulteng. Menurutnya, memilih melepaskan jabatan, adalah keputusan yang cukup berat.

”Kami cukup menghargai dengan keputusan dengan langkah yang bijak, dan resiko serta pengorbanan yang begitu berat untuk melepas jabatan itu, dan memilih untuk gabung di Partai Nasdem,” katanya.
 
Besar harapan kami untuk bisa menjalankan roda organisasi. Khususnya pada kaum wanita untuk terlibat langsung dalam partai untuk mencapai target.

Rumyati yakin, Dewi sudah memiliki banyak pengalaman berorganisasi. Pengalamannya di pemerintahan akan menjadi hal yang penting untuk disumbangkan pada organisasi saya Partai Nasdem.

”Banyak yang sepakat bahwa ibu Dewi menjadi komandan Garnita Nasdem di Sulteng. Saya minta putusan itu segera dibuat, sebab banyak persoalan yang harus kita selesaikan. Dengan harapan kedepan Perempuan Nasdem dapat berkompetisi untuk agenda politik, baik di 2019 dan 2020 yang akan datang,” jelasnya.


Editor : Udin Salim