Wednesday, 29 March, 2017 - 05:46

Kadis PUP Balut Didakwa Korupsi Rp192 Juta

ILUSTRASI - Terdakwa korupsi. (Grafis : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan (PUP) Kabupaten Banggai Laut (Balut), Rusli Udaa didakwa melakukan tindak pidana korupsi dana senilai Rp192.086.166. Terdakwa yang juga selaku Kuasa Pengguna Anggaran itu diduga melakukan korupsi dana pembangunan Jalan Mampaliasan-SMA 2 Kabupaten Banggai Laut (Balut).

Hal tersebut dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan  Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Palu, Rabu, 8 Maret 2017.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sutarmi dalam dakwaannya menyebutkan, terdakwa Rusli Udaa bersama-sama dengan terdakwa lainnya dalam berkas terpisah didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dana proyek pembangunan jalan Mampaliasan - SMA 2 Kabupaten Banggai Laut (Balut) senilai Rp192.086.166.

Selain terdakwa Rusli Udaa yang  didakwa dalam perkara ini, ada juga terdakwa lain dalam berkas terpisah, yakni Zenit selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Teksin Liemardi alias Ko Asin selaku rekanan atau pemborong.

Sutarmi mengatakan, proyek ini dikerjakan oleh Ko Asin dibawa bendera CV Elshaddai dengan nilai kontrak senilai Rp 916.953.000. Dalam perjalanannya proyek tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga menimbulkan kerugian negara senilai 192.086.166. Jadi, ketiga terdakwa tersebut didakwa telah melakukan korupsi senilai Rp 192.086.166.

Ketiga terdakwa didakwa dengan dakwaan Primair Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor, dakwaan subsidair Pasal 3 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor, dan lebih subsidair Pasal 9 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

"Para terdakwa tetap ditahan dalam rumah tahanan negara (Rutan) Maesa Palu," katanya.

Seusai membacakan dakwaan tersebut, Majelis Hakim Ketua, Dede Halim memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk menanggapi dakwaan JPU. Para terdakwa menyatakan tidak mengajukan eksepsi. Hakim Dede kemudian langsung menutup sidang dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.