Saturday, 21 October, 2017 - 20:04

Kakanwil Kemenag: Fasilitas Asrama Haji Palu Masih Layak

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil)Kementerian Agama Sulawesi Tengah Abdullah Latopada memeriksa sejumlah persiapan calon jemaah haji di asrama Haji Palu. Minggu 14 Agustus 2016. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sulawesi Tengah Abdullah Latopada memeriksa sejumlah persiapan calon jemaah haji di Asrama Haji Palu, mulai dari catering, sarana kesehatan, tempat tidur hingga kendaraan yang nantinya akan digunakan mengantar menuju Bandara Mutiara Palu, Minggu 14 Agustus 2016.

“Pada umumnya seluruh fasilitas layak untuk digunakan seperti tempat tidur calon jemaah haji yang dulunya masih menggunakan ranjang susun kini menggunakan springbed, hingga bus yang digunakan mengantar yang semuanya sesuai standar lalulintas,” kata Abdullah Latopada.

Kakanwil mengatakan pihaknya juga melibatkan ahli gizi untuk mengatur konsumsi makanan para calon jamaah haji. Tujuannya, agar menu yang diberikan, memenuhi standar.

“Untuk konsumsi Jamaah kami menggunakan ahli gizi,”jelasnya di sela-sela peninjauan di dapur asrama haji Minggu 14 agustus 2016.

Abdullah Latopada mengungkapkan pihaknya tidak segan-segan menghentikan kendaraan pengantar calon jemaah haji yang kedapatan tidak layak, termasuk bannya yang gundul.

“Kami tidak segan-segan menghentikan kendaraan pengantar calon jemaah haji yang kedapatan tidak layak, termasuk bannya yang gundul,” tegasnya.

Kata dia, pihaknya lebih memaksimalkan persiapan pemberangkatan calon jamaah haji tahun ini.

“Jamaah calon haji tahun ini akan lebih “dimanjakan”. Sejak mulai meninggalkan rumahnya, saat transit, selama di tanah suci, hingga kembali ke tanah air,” jelasnya.
 
Dalam kesempatan kali ini, Kakanwil juga meninjau langsung tempat pelayanan kesehatan. Abdullah Latopada juga menyempatkan diri berbincang-bincang dengan para Tim Dokter yang terdiri dari tiga dokter spesialis yakni spesialis kejiwaan, spesialis kebidanan dan spesialis penyakit dalam.

“Di klinik kesehatan, ada dokter konsultan penyakit dalam, konsultan kebidanan dan konsultan kejiwaan. Nantinya, jamaah yang sakit, dan masih bisa ditangani di klinik, tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Setelah jamaah masuk asrama, langsung cek laboratorium, untuk memeriksa kehamilan dan memastikan tidak ada jamaah yang sakit kronis,” katanya lagi.

“Pokoknya kalau ada ban yang gundul, saya minta diganti. Semua ini kita lakukan untuk memberikan kenyamanan kepada para tamu Allah,” jelasnya .

Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah telah menjadwalkan keberangkatan 1.406 orang calon haji reguler secara bertahap, dengan jadwal pemberangkatan kloter 5 Minggu 14 Agustus 2016, kloter 6 Senin 15 Agustus 2016, kloter 7 Selasa 16 Agustus 2016 dan kloter 8 Kamis 18 Agustus 2016.

Tiap kloter akan didampingi petugas haji sebanyak 20 orang, satu orang TPHI dan 1 orang TPIHI, dan 3 orang TKHI.

Kakanwil menambahkan bahwa tahun ini para Jemaah haji tidak di pungut biaya shering domestic atau biaya ke embarkasi, semuanya di tanggung pemerintah.

“Semuanya di tanggung oleh pemerintah, saya berterimakasih kepada pemerintah khususnya kepada Gubernur Sulawesi Tengah yang telah membantu dan memperhatikan jamaah haji. Dan saya di pesan langsung oleh pak Gubernur agar memperhatikan segala sesuatunya terkait dengan jamah haji, karena ini adalah Ibadah,” ungkap Abdullah Latopada.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.