Tuesday, 21 February, 2017 - 18:17

Kampanye Anti Narkoba Lewat Film Berbahasa Bungku

Trailer film "Perubahan dari Pengalaman" yang diproduksi Salju Production Media Morowali. Film ini akan tayang perdana di Morowali dalam waktu dekat. (Foto : Dok SPM Morowali)

 

Salju Production Media Morowali

IRHA, remaja yang baru memasuki bangku SMA menjadi pemeran utama dalam film berjudul "Perubahan Dari Pengalaman".

Film yang diproduksi Salju Production Media Morowali itu, merupakan hasil karya inspiratif Sulhija, yang disutradarai Ilham, mantan jurnalis salah satu tv swasta nasional.

Film berdurasi 29 menit itu, mengisahkan pengalaman seorang remaja SMA yang terjerumus ke dalam gemerlap kehidupan malam.

Ia menjadi korban dari sesatnya pergaulan bebas, serta pengaruh obat terlarang atau narkoba. Namun, akhirnya remaja SMA itu sadar dan kembali ke jalan yang benar.

Pemeran film itu menggunakan bahasa Bungku dengan terjemahan teks bahasa Indonesia. Dalam penggalan cerita dikisahkan, suatu ketika di sebuah kota yang sedang berkembang, seorang gadis remaja bernama Irha, sangat terbuai dengan kehidupan remajanya. Irha, akan memasuki bangku SMA.

Di bangku SMA, Irha menjalani pendidikan sekolahnya dengan baik. Bahkan, menjadi bintang kelas. Namun, pada saat memasuki kelas II SMA, sifatnya mulai berubah.

Saat perayaan naik kelas di sebuah pantai, dua sahabat Irha bernama Rina dan Cika, memperkenalkan Irha pada seorang teman lelaki mereka. Mereka cukup lama mengobrol setelah berkenalan, hingga saling bertukar nomor telepon.

Hubungan Irha dan lelaki kenalannya itu pun berlanjut lewat telepon dan pesan singkat (sms). Gayung bersambut, bagaikan kumbang dan bunga, hubungan mereka berdua pun berlanjut ke pacaran. Irha sendiri tak menyadari, kalau lelaki yang disukainya itu belum ia kenal lebih jauh.

Keesokan harinya, Tomi, nama lelaki yang telah membuat hati Irha kepincut itu, mengajak Irha jalan-jalan di malam hari. Irha pun tak kuasa menahan ajakan Tomi. Bahkan, Irha membohongi kedua orang tuanya dengan alasan untuk belajar kelompok di rumah teman sekolahnya.

Irha lalu pergi menemui Tomi. Kemudian Tomi membawa Irha ke teman-temannya di sebuah bar yang sudah menjadi langganannya. Irha pun hanyut dalam suasana remang malam itu, tanpa ia sadari bahwa Tomi telah menjerumuskannya ke dalam dunia candu nan sesat.

Ilham, pemilik Salju Production Media Morowali menuturkan, film lokal Bungku yang diproduksinya itu semua mengambil lokasi shooting di wilayah Bungku, Kabupaten Morowali. Bahkan, para pemeran dalam film merupakan warga asli Bungku, baik pemeran utama maupun pemeran pembantu dan pendukung.

Dalam memproduksi film, mulai dari pembuatan naskah dan skenario hingga para pemain dan lokasi shooting, Ilham dibantu anggota binaannya di Salju Production Media Morowali. Mereka bekerja sambil belajar dibawah asuhannya.

"Ini pertama kalinya kami membuat film di Bungku (Morowali) khususnya. Film ‘Perubahan Dari Pengalaman’ ini kami buat berdasarkan kondisi kekinian di kalangan para remaja Morowali," ujar Ilham dalam sebuah kesempatan berdiskusi dengan Metrosulawesi.

"Kalangan para remaja atau generasi muda saat ini, begitu mudah terjerumus dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba, akibat pergaulan yang tidak terkontrol. Olehnya, film ini mencoba memberikan pesan sosial bagi semua pihak," kata dia.

Film inspiratif yang telah membuat banyak orang penasaran itu telah selesai ia produksi. Saat ini, Ilham tengah mempersiapkan lounching perdana penayangannya, sembari memastikan momentum tepat yang dapat digunakannya dalam waktu dekat.

Bupati Morowali, Anwar Hafid setelah mengetahui adanya film lokal Morowali yang diproduksi itu, sangat merespons dan memberikan dukungan. 

Ilham merasa bersyukur dan berterima kasih, karena Pemerintah Kabupaten Morowali ternyata mendukung karya film yang diproduksinya itu. Ia juga berterima kasih kepada Metrosulawesi yang mendukung upaya Salju Production Media Morowali dalam pembuatan film tersebut.

Warga Morowali yang telah menerima informasi adanya film itu, mengaku merasa penasaran. Lagi pula, itu film pertama yang menampilkan para pemain menggunakan bahasa Bungku dengan terjemahan teks bahasa Indonesia, layaknya film-film yang sering ditonton di televisi.

"Katanya jalan cerita film itu bagus, penasaran juga saya mau lihat seperti apa film itu," kata Jufri, warga di Bungku Tengah.

 

Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan