Tuesday, 23 May, 2017 - 05:22

Kantin Sekolah Sumbang Asupan Gizi Anak

Kepala BPOM Palu, Safriansyah. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palu Safriansyah mengatakan jajanan di kantin sekolah menyumbang 36 persen angka kecukupan gizi (AKG) anak. Hal ini disampaikannya saat pertemuan koordinasi lintas sektor yang bertujuan mensosialisasikan Gerakan Pangan Aman Melalui Kantin Sehat, Selasa, 4 April 2017.

“Program gerakan pangan aman melalui kantin sehat ini sangat strategis, karena melalui kantin sekolah sebagian gizi anak kita disuplai. Karena dari penelitian dilapangan didapatkan 48 persen responden membeli jajanan di kantin sekolah. Jajanan tersebut menyumbang 36 persen angka kecukupan gizi,” ujar Safriansyah.

Namun lanjutnya, jajanan sekolah juga tak lepas dari potensi penambahan bahan berbahaya yang terkontaminasi mikroba patogen yang menimbulkan penyakit. Karenanya, rakor lintas sektor itu sangat strategis guna memberi pemahaman yang kuat pada warga sekolah untuk melindungi pelajar dari jajanan tidak sehat yang berbahaya bagi tubuh.

Gubernur Sulteng H Longki Djanggola dalam sambutan tertulisnya melalui Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Arif Latjuba saat membuka kegiatan menuturkan, anak berhak memperoleh pangan aman, sehat dan bergizi di sekolah.

“Asupan gizi yang cukup akan memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang anak baik untuk kesehatan, kecerdasan otak, prilaku hingga produktivitas dan prestasi belajar,” kata asisten.

“Untuk itu asupan makanan dan minuman anak khususnya jajanan di sekolah perlu jadi fokus komunitas sekolah dalam hal ini guru, siswa, orangtua, pedagang jajanan dan pengelola kantin sekolah,” pungkasnya menambahkan.


Editor : M Yusuf BJ

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.