Monday, 23 April, 2018 - 13:45

Kantor Abu Tours Cabang Palu Sepi dan Tergembok, Sudah Seminggu Tak Beroperasi

Abu Tours Cabang Palu. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Kantor Abu Tours Cabang Palu di Jalan Haji Hayun, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Selasa, 27 Februari 2018 tampak sepi dan pintu tergembok. Pantauan Metrosulawesi, kurang lebih seminggu, aktivitas pelayanan di kantor tersebut tak lagi beroperasi.

Salah satu calon jamaah umrah Abu Tours Palu,  H Mansur mengungkapkan pada Kamis 15 Februari 2018, pihak dari Abu Tours menginformasikan kepada jamaah bahwa untuk sementara operasional kantor tersebut diistirahatkan hingga keadaan kembali kondusif.

Selain itu, kata Mansur, pihak karyawan Abu Tours Cabang Palu mengaku akan mengirim parwakilan karyawannya ke Makassar untuk mengurus pengaduan para jamaah.

Sementara calon jamaah umrah lainnya, Umar mengatakan hingga saat ini belum ada kejelasan sama sekali dari pihak Abu Tours, bahkan para jamaah tetap disuruh menambah biaya Rp15 Juta.

“Kami kemarin sudah sepakat dengan meminta uang dikembalikan secara utuh. Jika memang tidak sanggup, maka kami akan laporkan ke kantor Polisi saja,” ungkap Umar melalui ponselnya.

Umar menegaskan, semua calon jamaah rencana akan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian, karena pihak Abu Tours Cabang Palu telah diberikan kesempatan, namun tidak ada kejelasan hingga saat ini.

“Kemarin masih ada penjelasan dari para karyawannya, namun saat ini sudah ditutup dan tidak memberikan penjelasan sama sekali hingga saat ini,” ujarnya.

Sebelumnya, puluhan calon jamaah umrah Abu Tours Cabang Palu kembali mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa, 20 Februari 2018. Tujuan kedatangan sejumlah jamaah tersebut untuk mendengarkan kembali penjelasan Kemenag Sulteng  terkait mediasi yang dilakukan dengan pihak Abu Tours pusat di Makassar.

Jamaah ditemui oleh Kepala Bidang Penyelengara Haji dan Umrah, Lutfi Yunus, serta Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah Amir Nado dan Kepala Seksi Sistem Informasi Haji, Arifin, di Aula Kanwil Kemenag Sulteng.

Kepala Seksi Informasi Haji Arifin mengungkapkan pertemuan kali ini dihadiri 39 calon jamaah umrah Abu Tours. Pertemuan ini menyepakati dua opsi, pertama, jika ada permintaan penambahan dana oleh pihak Abu Tours ke tanah suci, harus dilakukan secara profesional.

“Jika memang diberikan standar Rp21 juta, maka para jamaah siap menambah. Misalnya, ada jamaah yang telah menyetor Rp15 juta, tinggal manambah Rp6 juta. Jika ada yang menyetor Rp14 juta, tinggal menambah Rp7 juta. Selain itu, jamaah juga meminta tambahan dana tersebut alokasinya harus jelas dan transparan. Jika penambahan dana itu disetujui, para jamaah tidak akan membayarnya langsung, namun harus ada kepastian pemberangkatan,” jelas Arifin.

Sementara untuk opsi kedua, kata Arifin, para jamaah ingin semua dana yang mereka setor awal dikembalikan 100 persen.

“Jika tidak dikembalikan para jamaah menempuh jalur hukum,” jelasnya.

“Kesepakatan dua opsi ini kami akan buatkan draftnya secepatnya, mungkin untuk ditanda tangan para jamaah. Tembusan draft tersebut langsung ke DPRD Provinsi Sulteng hingga RI, Kapolda, Kemenag Sulteng dan pusat,” ujarnya.


Editor: M Yusuf Bj