Thursday, 20 September, 2018 - 20:50

Kantor Bupati Parimo Disegel Warga

TUNTUT PEMBAYARAN - Arman S Nggai terliba pembicaraan dengan aparat kepolisian saat melakukan penyegelan pintu pagar kantor Bupati Parimo, Senin 12 Maret. (Foto: Ist)

 

Parigi, Metrosulawesi.com - Segel menyegel kantor terjadi lagi, Senin 12 Maret. Kali ini, kantor Bupati Parigi Moutong (Parimo) disegel oleh Arman S Nggai, warga yang mengklaim sebagai pemilik lokasi kantor tersebut.

Dia menuntut lahan yang dibangunkan kantor bupati parimo tersebut adalah lahan miliknya. Namun dari tahun 2002 sampai dengan saat ini dia hanya mendapat janji-janji Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo.

Penyegelan dilakukan dengan menutup pintu pagar masuk ke halaman kantor bupati.  Arman S Nggai  kepada Metrosulawesi mengatakan, penyegelan dia lakukan karena belum menerima bayaran ganti rugi atas lahan yang digunakan untuk membangun kantor bupati tersebut. 

“Sejak 2002 lalu, saya hanya dijanji-janji terus oleh Pemda,” kata Arman.

Arman mengaku, selain dijanjikan pembayaran ganti rugi lahan yang berada di Kelurahan Kampal tersebut, oleh Pemda dia juga diimingi anak-anaknya akan diangkat menjadi pegawai negeri.

“Saya merasa dibuang seperti sampah, dari zamannya pak Longki Djanggola sampai zamannya Pak Samsurizal tidak ada penyelesaian terkait pembayaran lahan yang menjadi sebuah gedung mewah yang ada di Parimo. Dan sudah lama kami bersabar atas janji itu,” kesal Honti sapaan akrabnya.

Menurutnya, dengan janji tersebut dirinya sebagai pemilik lahan juga berperan untuk menjaga pembangunan kantor bupati dari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun sampai saat ini justru dirinya dilupakan.

“Tanah milik saya seluas 9.000 meter persegi,  sedangkan lokasi pembangunan ini milik dari empat warga.  Saya melakukan aksi ini, karena ingin mengambil hak dan janji-janji Pemda Parimo terkait hak pembayaran lahan yang belum dilunasi,” pungkasnya.


Editor: Udin Salim