Saturday, 25 November, 2017 - 11:41

Karman Karim Dorong Pemilik Gerai Manfaatkan e-Comerce

“E-comerce ini tidak bisa dilawan. Justru harus ditemani untuk bisa memajukan juga mal-mal. Karena sekarang pada dasarnya yang membuka gerai di mal itu, pada intinya sudah mulai sadar dan harus sadar.  Kalau mereka tidak ikut e-comerce juga, itu dia akan tutup sendiri” - Karman Karim, Pimpinan Palu Grand Mall -

Palu, Metrosulawesi.com - Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta sepi dari pengunjung. Beberapa di antara usaha ritel bahkan sudah tutup. Tutupnya usaha itu dianggap sebagai dampak dari perkembangan e-Comerce. Benarkah seperti itu?

Karman Karim, pemilik dua mal di Sulteng berpendapat, berkembangnya e-comerce tidak cukup kuat untuk menjadi alasan sejumlah gerai dan mal harus gulung tikar.

Menurut bos Palu Grand Mall itu, ada banyak alasan mengapa sejumlah mal tutup, termasuk di Jakarta. Ia membantah keras bahwa mal dan banyak gerai di mal-mal tutup akibat kalah bersaing dengan e-comerce. Karman menganggap mal yang tutup lebih karena politik bisnis dan sepi pengunjung akibat melemahnya daya beli masyarakat saat ini.

“Kalau itu (mal tutup,red) bukan (karena kalah bersaing dengan) e-comerce. Menurut saya, itu daya beli yang turun,” ungkap Karman Karim saat ditemui usai menghadiri pembukaan Workshop E-Commerce UMKM dan menemani Walikota Palu berkunjung ke Pasar Tradisional Modern Inpres Manonda, Senin 30 Oktober 2017.

“Kalau menurut saya, e-comerce pasti ada pengaruh tapi tidak sebesar seperti yang digembor-gemborkan sekarang. Jadi ritel-ritel besar yang tutup, itu sebenarnya bukan dia mau tutup serius. Dia mengubah sistem. Cuma untuk sementara mengurangi pengeluaran, maka sistemnya dia ubah bukan tutup tokonya. Itu politik bisnis untuk mengurangi biaya dan pasti mereka sudah pikirkan,” kata Karman.

Ia mengakui perkembangan bisnis online saat ini berpengaruh terhadap bisnis ritel, termasuk bagi pelaku usaha yang memiliki gerai-gerai di mal Palu. Olehnya, ia juga mendorong agar para pelaku usaha mau belajar dan mulai berbisnis online. Namun tidak perlu menutup gerainya secara langsung. (Selengkapnya di edisi cetak Selasa, 31 Oktober 2017)

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Berita Terkait