Saturday, 18 August, 2018 - 03:16

Kasman Ajak Masyarakat Teladani Nabi Muhammad

Bupati Donggala Kasman Lassa disela-sela mengikuti acara perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Sabtu (9/1/2016) di Desa Bale, Kecamatan Tanantovea. (Foto : Metrosulawesi/Jose Rizal)

“Nilai-nilai kepemimpinan demikian itu saya harapkan dapat diamalkan oleh seluruh level kepemimpinan, baik formal maupun non formal, termasuk kepemimpinan dalam rumah tangga sebagai unit terkecil dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” - Kasman Lassa, Bupati Donggala -

Donggala, Metrosulawesi.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H di Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, belum lama ini dihadiri Bupati Donggala, Kasman Lassa. Kehadiran bupati yang terpilih lewat jalur independen tersebut didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Donggala, Indotang K Lassa.

Nampak pula beberapa Kepala SKPD dijajaran Pemda Donggala ikut hadir dalam kegiatan tersebut. Maulid kali ini dirangkaikan dengan syukuran atas terpilihnya Kepala Desa Bale, Kecamatan Tanantovea.

Ustad Ahmad yang membawakan hikmah maulid mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Bale untuk dapat meneladani sifat-sifat keteladana Rasulullah SAW didalam kehidupan sehari-hari. Dia berharap, Kepala Desa yang baru terpilih dan sudah dilantik bersama seluruh masyarakatnya agar membantu program-program pemerintah yang ada di desa tersebut.
 
Sementara itu, Bupati Donggala  Kasman Lassa  dalam sambutannya mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu tradisi budaya yang lazim dilaksanakan dalam berbagai bentuk di Indonesia, terutama dalam rangka pembentukan karakter bangsa yang kita harapkan bersama sebagai yang tercermin dari nilai keimanan dan ketaqwaana kepada Allh SWT, dalam konteks vertikal Hablum Minaullah dan dalam konteks horizontal Hablum Minannas.

Karena itu, peringatan Maulid Nabi jangan hanya dipandang sebatas ritual serimonial belaka, tapi memiliki dimensi dan cakupan yang paripurna seiring dengan kiprah sosok suri teladan Nabiullah Muhammad SAW, yang telah berhasil menghantarkan umat manusia dari alam kegelapan (jahiliyah), kealam terang benderang.

“Terhadap nilai yang terkandung pada peringatan Maulid Nabi besar merupakan momentum strategis. Guna meneguhkan kesadaran kita untuk tetap eksis menjadikan beliau sebagai suri tauladan yang baik bagi umat manusia dalam kehidupan sehari-hari untuk kita aktualisasikan dalam berbagai kegiatan dalam pembangunan, khususnya di Kabupaten Donggala,” kata Kasman.

Kasman menambahkan, perwujudan keteladanan yang dapat di aplikasikankan diantarannya terhadap sifat-sifat Muhammad yang begitu mulia. Yaitu Siddiq (jujur), Amanah, Tabliqh (menyampaikan kebaikan dan mencegah kemungkaran) serta Fathonah (cerdas).

Dari keteladanan sifat kepribadian Nabi,  pada gilirannya tercermin dalam kepemimpinan Nabi yang mampu membebaskan umat manusia dari kehidupan jahiliyah, dan menghantarkan pada kehidupan yang beradab seperti yang kita nikmati dewasa ini.

“Nilai-nilai kepemimpinan demikian itu saya harapkan dapat diamalkan oleh seluruh level kepemimpinan, baik formal maupun non formal, termasuk kepemimpinan dalam rumah tangga sebagai unit terkecil dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ungkap Kasman. 

Selain itu, kata bupati lagi, peringatan Maulid Nabi ini merupakan salah satu momentum untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah, yaitu persaudaraan antar sesama umat islam. Sehingga, melalui momentum maulid semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa sebagai modal dasar bagi bangsa dan negara Indonesia dalam menata kehidupan yang lebih baik.

Canangkan Donggala Kota Wisata

Dalam kesempatan perayaan Maulid Nabi Muhammad tersebut, Kasman Lassa juga sempat mengungkapkan akan mencanangkan Donggala sebagai Kota Wisata. Pencanangan Kota Wisata itu akan dilakukan Oktober 2016 mendatang.

“Insya Allah, pada bulan Oktober nanti, kita dapat mewujudkan obsesi besar, yakni menjadikan  beserta seluruh jajaran, tentunya bersama legislatif dan semua komponen semaksim mungkin dalam waktu dekat ini Insya Allah dapat Donggala Kota Wisata,” katanya.


Dia menjelaskan, pencanangan itu akan dikemas sedemikian rupa. Sehingga dapat mempresentasikan seluruh potensi wisata dan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Donggala, serta mengembalikan Donggala sebagai kota pelabuhan.

“Upaya mengembalikan Donggala sebagai kota pelabuhan, bukanlah hanya angan-angan belaka, tapi telah terwujud dengan adannya legalitas dari pemerintah pusat,” ungkapnya.


Editor : Subandi Arya