Monday, 23 April, 2018 - 13:45

Kasus Abu Tours Disebut Mirip First Travel

Palu, Metrosulawesi.com - Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing menyebut kasus Abu Tours yang saat ini tengah diproses, mirip dengan kasus yang membelit perusahaan jasa travel umrah dan haji First Travel beberapa waktu lalu.

Hal itu diungkapkan Tongam kepada wartawan usai memberikan materi di kegiatan Gathering dan Pelatihan Wartawan Ekonomi wilayah kerja Kantor Regional 6 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), Selasa 27 Februaru 2018.

Dia mengatakan, Abu Tours merupakan perusahaan travel yang legal namun sejumlah program yang dijalankan tidak logis. Di antaranya dengan memberikan harga paket umrah yang jauh lebih murah dibandingkan harga seharusnya.

"Nah, travel ini diindikasikan mensubsidi jemaahnya dengan menggunakan dana pembayaran jamaah yang mendaftar belakangan," ungkap Tongam.

Meski belum memberikan kepastian, Tongam menyebut kemungkinan besar Abu Tour akan mengalami hal serupa dengan First Travel, di mana pemiliknya terbukti merugikan konsumennya yang merupakan calon jamaah umrah.

"Ini mirip dengan First Travel, kita tunggu saja jadi "abu". Abu Tour itu menjual harga paket umrah lebih murah ke agen, agen yang kemudian menjual sesuai harga. Kasusnya masih didalami Kemenag," jelasnya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah tergiur program murah dan menjanjikan dari industri jasa keuangan maupun agen travel dan semacamnya. Agar tidak menjadi korban penipuan agen travel dan investasi bodong, ia meminta agar masyrakat teliti dengan memerhatikan terkait legal dan logisnya program lembaga tersebut.


Editor: Udin Salim