Sunday, 17 December, 2017 - 16:16

Kasus Dugaan Korupsi ADD di Touna, Polisi Kesulitan Periksa Bendahara Desa Popolii

ILUSTRASI - ADD/ DD. (Grafis : Metrosulawesi)

Ampana, Metrosulawesi.com - Penyelidikan dugaan korupsi dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) Desa Popolii, Kecamatan Walea Kepulauan dan Desa Kabalutan, Kecamatan Talatako, Kabupaten Tojo Una-Una, oleh Kepolisian Resor Tojo Una-Una terus berjalan. Hingga kini, kepolisian terus melakukan pemeriksaan dilapangan dan saksi-saksi.

"Sejak laporan masyarakat terkait dugaan korupsi DD dan ADD ini masuk ke Polres pada September lalu, kami langsung melakukan pemeriksaan di lapangan," kata salah satu penyidik yang dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Touna AKP Evri Susanto, SH,SIk saat berbincang dengan awak media, Selasa 14 November 2017 sore di Mapolres.

Setelah pemeriksaan di lapangan, saat ini polisi masuk tahap pemeriksaan saksi-saksi, ada puluhan saksi yang berasal dari dua desa tersebut yang telah diperiksa. Baik itu saksi pelapor, masyarakat dan saksi perangkat desa. Namun, hingga kini polisi masih kesulitan memeriksa salah satu saksi kunci yakni bendahara desa Popolii karena tidak diketahui keberadaannya.

"Kami sudah layangkan surat panggilan untuk bendahara desa Popilii di rumahnya di Desa Popilii, di balai desa. Bahkan sampai di kosnya di Ampana sebanyak dua kali, tapi tidak digubris, menurut warga Desa Popolii, sudah enam bulan ini bendahara desa tidak pernah kelihatan," kata penyidik.

Polisi juga sampai sekarang juga belum pernah bertemu dengan bendahara Desa Popolii. Diduga 'menghilangnya' bendahara Desa Popolii terkait dengan dugaan korupsi dana DD dan ADD yang mencapai ratusan juta rupiah. Sementara bendahara Desa Kabalutan sendiri telah menjalani pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan dugaan korupsi dana DD dan ADD didua desa tersebut, polisi tidak langsung menyita dokumen. Namun, langsung melakukan pemeriksaan dilapangan terkait beberapa proyek yang diduga fiktif yang didanai oleh DD dan ADD.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.